Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Pendidikan Moral di MTS Yapi Pakem Sleman Yogyakarta
Abstract
Meningkatnya permasalahan moral di kalangan peserta didik menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk berinovasi dalam menghadirkan strategi pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai akhlak. MTs YAPI Pakem Sleman Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam menjadikan pembinaan moral sebagai fokus utama dalam membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, kreativitas guru dipandang sebagai aspek krusial yang patut dikaji lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri atas guru PAI yang mengampu mata pelajaran fiqh, akidah akhlak, serta sejarah kebudayaan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan metode kreatif seperti kisah keteladanan, integrasi nilai moral dalam praktik ibadah, refleksi diri siswa, role play, serta media visual berupa komik akhlak dan teknologi digital. Kreativitas guru tampak pada guru Fiqh yang menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab melalui praktik ibadah, guru Akidah Akhlak yang menumbuhkan akhlak mulia melalui keteladanan dan pembiasaan, serta guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang mengaitkan nilai moral dengan peristiwa sejarah Islam melalui metode kontekstual dan drama. Pendekatan ini meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Namun, masih terdapat kendala seperti motivasi belajar yang rendah, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya dukungan keluarga. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan agar pendidikan moral berbasis metode kreatif guru Fiqh, Akidah Akhlak, dan SKI dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.
Collections
- Islamic Education [1211]
