Pengolahan Air Gambut Dengan Metode Biokoagulasi Menggunakan Biji Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.)
Abstract
Penelitian yang dilakukan mengenai proses pengolahan air gambut dilakukan dengan metode koagulasi menggunakan ekstrak biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) dan koagulan PAC. Karakterisasi koagulan dilakukan melalui analisis FTIR. Proses koagulasi dilakukan pada variasi dosis koagulan sebesar 0,15 g; 0,25 g; 0,35 g; 0,45 g; dan 0,55 g dengan pengadukan cepat 100 rpm selama 5 menit dan pengadukan lambat 40 rpm selama 15 menit. Variasi dosis mempengaruhi distribusi ukuran flok. Semakin dosis mendekati optimal maka ukuran flok akan semakin besar dans jumlah flok yang dihasilkan akan semakin banyak. Koagulasi pada pH di bawah nilai PZC berlangsung melalui mekanisme netralisasi muatan, sedangkan pada pH di atas nilai PZC berlangsung melalui mekanisme polymer bridging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses koagulasi dengan ekstrak biji rambutan mampu menurunkan turbiditas dan TDS masing-masing sebesar 99,77% dan 74,2%, serta meningkatkan intensitas cahaya hingga 93,22% dan pH larutan menjadi 6,1. Proses koagulasi menggunakan PAC menurunkan parameter yang sama berturut-turut sebesar 99,99% dan 61%, serta meningkatkan intensitas cahaya hingga 93,42% dan pH larutan menjadi 4,5. Ekstrak biji rambutan terbukti memiliki potensi sebagai biokoagulan alternatif yang ramah lingkungan dalam memperbaiki kualitas air gambut.
Collections
- Chemistry [738]
