Show simple item record

dc.contributor.authorUtami, Rohmah Sari
dc.date.accessioned2026-01-31T02:55:52Z
dc.date.available2026-01-31T02:55:52Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/59975
dc.description.abstractPenelitian yang dilakukan mengenai proses pengolahan air gambut dilakukan dengan metode koagulasi menggunakan ekstrak biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) dan koagulan PAC. Karakterisasi koagulan dilakukan melalui analisis FTIR. Proses koagulasi dilakukan pada variasi dosis koagulan sebesar 0,15 g; 0,25 g; 0,35 g; 0,45 g; dan 0,55 g dengan pengadukan cepat 100 rpm selama 5 menit dan pengadukan lambat 40 rpm selama 15 menit. Variasi dosis mempengaruhi distribusi ukuran flok. Semakin dosis mendekati optimal maka ukuran flok akan semakin besar dans jumlah flok yang dihasilkan akan semakin banyak. Koagulasi pada pH di bawah nilai PZC berlangsung melalui mekanisme netralisasi muatan, sedangkan pada pH di atas nilai PZC berlangsung melalui mekanisme polymer bridging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses koagulasi dengan ekstrak biji rambutan mampu menurunkan turbiditas dan TDS masing-masing sebesar 99,77% dan 74,2%, serta meningkatkan intensitas cahaya hingga 93,22% dan pH larutan menjadi 6,1. Proses koagulasi menggunakan PAC menurunkan parameter yang sama berturut-turut sebesar 99,99% dan 61%, serta meningkatkan intensitas cahaya hingga 93,42% dan pH larutan menjadi 4,5. Ekstrak biji rambutan terbukti memiliki potensi sebagai biokoagulan alternatif yang ramah lingkungan dalam memperbaiki kualitas air gambut.en_US
dc.subjectAir gambut, Biji Rambutan, Koagulasi, Dosis.en_US
dc.titlePengolahan Air Gambut Dengan Metode Biokoagulasi Menggunakan Biji Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21612090


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record