Home Medication Review pada Pasien Dewasa dengan Penyakit Hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro Kabupaten Bantul
Abstract
Latar belakang: Penyakit hipertensi di Indonesia merupakan penyakit dengan
prevalensi tertinggi, dan sebagai penyebab utama kematian pada pasien. HMR
(Home Medication Review) menjadi bagian penting dalam strategi penanganannya
dengan tujuan untuk meminimalkan komplikasi lebih lanjut dengan menjamin
kelangsungan perawatan pasien di rumah setelah kembali dari fasilitas kesehatan
yaitu rawat jalan atau rawat inap untuk mendukung penggunaan obat yang optimal
dan berkualitas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis kejadian DRPs, tingkat kepatuhan
pengobatan dan cara pemusnahan obat serta faktor-faktor yang memengaruhinya
melalui layanan HMR (Home Medication Review) di Puskesmas Bambanglipuro
Kabupaten Bantul.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi observasional dengan rancangan
potong-lintang pada pasien dewasa dengan penyakit hipertensi di Puskesmas
Bambanglipuro pada periode Maret - April tahun 2023. Penilaian kejadian DRPs
dikategorikan berdasarkan PCNE V9.1. Kepatuhan pengobatan dinilai
menggunakan MARS-10 dan Pill Count. Cara pemusnahan dinilai dengan literatur
terpercaya.
Analisis Data: Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Office Excel
365 dengan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk persentase serta IBM
SPSS versi 25.0 dengan analisis statistik bivariat uji Chi Square untuk mengetahui
faktor-faktor yang memengaruhi kejadian DRPs, tingkat kepatuhan pengobatan dan
cara pemusnahan obat.
Hasil: Kejadian DRPs yang terjadi pada pasien dewasa sebesar 97% dengan
mayoritas DRPs yang terjadi yaitu pasien menggunakan obat lebih sedikit dari yang
diresepkan atau tidak menggunakan obat sama sekali sebesar 30% sehingga
membutuhkan rekomendasi pencegahan/peyelesaian DRPs berupa edukasi
peningkatan kepatuhan sebesar 39%. Kepatuhan pengobatan pasien dewasa dengan
penyakit hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro dengan kuesioner MARS-10
memiliki tingkat kepatuhan tinggi sebesar 19% dan kepatuhan rendah sebesar 81%,
sedangkan dengan metode Pill Count memiliki tingkat kepatuhan tinggi sebesar
37% dan kepatuhan rendah sebesar 63%. Ketepatan pasien dalam memusnahkan
obat sebesar 16% sedangkan pasien yang tidak tepat sebesar 81% dan terdapat 3%
pasien yang tidak pernah memusnahkan obat.
Collections
- Pharmacy [1896]
