• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penerapan Kebijakan New Foreign-Worker Visas di Tengah Isu Diskriminasi terhadap Pekerja Asing di Jepang

    Thumbnail
    View/Open
    16323131 Muhamad Afghany Haryatno.pdf (3.552Mb)
    Date
    2020
    Author
    16323131 Muhamad Afghany Haryatno
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kemunduran pertumbuhan ekonomi karena menurunnya populasi pekerja yang disebabkan oleh isu ageing population, menimbulkan kekhawatiran pemerintah Jepang. Pada tahun 1993, pemerintah Jepang mulai menanggapi permasalahan tersebut melalui kebijakan pekerja asing dengan menerapkan Technical Intern Training Programme (TITP). Terpilihnya Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2020 dan Paralimpiade atau lebih dikenal Tokyo 2020 di tahun 2014, menyebabkan kebutuhan pekerja semakin meningkat. Hal ini membuat pemerintah Jepang melakukan evaluasi kebijakan TITP, dan menerapkan kebijakan baru yaitu New Foreign-Worker Visas (NFWV). Pemutakhiran kebijakan terhadap pekerja asing di Jepang melalui NFWV ditujukan untuk menarik lebih banyak pekerja asing masuk ke Jepang.Melalui NFWV sektor-sektor pekerjaan baru ditambah dengan tujuan untuk menambah kuota pekerja asing. Meskipun begitu, salah satu hal yang perlu diperhatikan dari kebijakan pekerja asing tersebut adalah isu diskriminasi yang tidak kunjung hilang. Dengan menggunakan model Inkrementalis, skripsi ini menganalisis bagaimana perumusan kebijakan NFWV sebagai instrumen untuk memenuhi kebutuhan pekerja Jepang di tengah adanya isu diskriminasi terhadap pekerja asing. Evaluasi yang dilakukan secara bertahap melalui proses muddling throughmerupakan hal yang paling efektif bagi Jepang dalam memenuhi kebutuhan pekerjanya dilihat dari indikator waktu, sumber daya, dan informasi. Melalui proses ini, pemerintah Jepang mengambil sikap rasional untuk hal-hal bersifat pragmatis dalam mengatasi kekurangan pekerja, daripada memperhatikan isu sosial yang abstrak seperti isu diskriminasi.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/29362
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV