• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Urgensi Tindakan Autopsi Forensik Jenazah Pada Kasus Kematian Tidak Wajar

    Thumbnail
    View/Open
    16421028 Bayu Aji Hastomo.pdf (4.614Mb)
    Date
    2020
    Author
    16421028 Bayu Aji Hastomo
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Forensik merupakan salah satu jalan keluar atas pengungkapan tindak kriminal pembunuhan. Namun kurangnya pemahaman serta pengetahuan membuat sejumlah anggota masyarakat menjadi takut dan khaawatir atas tindakan forensik yang dilakukan kepada keluarganya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi dilakukannya tindakan autopsi forensik pada korban kematian tidak wajar serta bagaimana pandangan syariat Islam terhadap tindakan autopsi forensik. Dengan pendekatan studi kepustakaan, dimana data yang digunakan berkaitan dengan hukum autopsi forensik, dan metode penelitian kasual komparatif, penelitian mengarah pada hubungan sebab dan akibat dari penolakan tindakan autopsi forensik terhadap jasad yang mengalami kematian tidak wajar. Kemudian peneliti menggunakan pengamatan pada apa yang terjadi dan mencari faktor yang menjadi sebab melalui data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, urgensi dilakukannya tindakan autopsi forensik kepada jasad yang dianggap mati tidak wajar adalah untuk pembuktian kebenaran dalam pengungkapan seperti mengetahui identitas korban, waktu kematian dan reka ulang kejadian. Tindakan ini juga dapat mengetahui pelaku pembunuhan apabila ternyata korban mengalami tindak pidana pembunuhan, baik pembunuhan yang direncanakan maupun tidak direncanakan. Kedua, Kepentingan tindakan autopsi bagaimanapun jenisnya diperbolehkan dalam agama Islam dengan alasan menjadi jalan satu-satunya dan hanya dibenarkan secara syar’i (seperti mengetahui penyebab kematian untuk penyelidikan hukum, penelitian kedokteran, atau pendidikan kedokteran). Jenazah juga harus dihormati dan dipenuhi hak-haknya serta diberi izin dari pihak keluarga maupun pemerintah dengan peraturan perundang-undangan. Maka tidak ada lagi alasan yang dapat mendasari penolakan hukum dengan dasar argumentasi atas nama agama Islam.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/28510
    Collections
    • Islamic Law [923]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV