• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Studi Analisis Investasi Pada Industri Beton Ready Mix ( Studi Kasus PT. JAS Beton )

    Thumbnail
    View/Open
    99511087 Nursetia Yulianto-00511077 Farid Dhanu Nugroho.pdf (6.313Mb)
    Date
    2006
    Author
    Nursetia Yulianto
    Farid Dhanu Nugroho
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan bisnis konstruksi pada saat ini semakin berkembang dengan pesat, dimana pembangunan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan industri konstruksi tersebut juga diharapkan dapat bergairah kembali. Dan tentunyajasa konstruksi sudah harus mempersiapkan diri agar lebih adaptif dan kompetitifdalam memasarkan produk mereka, salah satunya adalah industri beton ready mix. Pada penelitian kali ini, dilakukan analisis investasi dengan metode analisis kelayakan dan analisis sensitivitas pada perusahan beton ready mix di Yogyakarta. Perusahaan tersebut PT. Jaya Alam Sarana Beton atau PT. JAS Beton, berdirikan pada tahun 2000 sebagaiperusahaan PMDN. Untuk mengevalusai perkembangan modal yang telah diinvestasikan digunakan dari sudut pandang flnansial yaitu dengan analisis kelayakan diantaranya ROI (Return on Invesment) untuk mengukur tingkatpengembalian investasi, ROE (Return on Equity) untuk mengukur tingkat pengembalian modal dan BEP ( Break Event Point) untuk mengetahui besarnya titik impas, serta analisis sensitivitas untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap pendapatan. Dari analisis kelayakan yang dilakukan dengan umur perusahaan 5 tahun ( 2000-2004 ), didapat nilai ROI sama dengan nilai ROE yaitu sebesar -0,9617 atau masihdibawah nol ( <0 ), ini berarti perusahaan dikatakan belum layak Sedangkan untuk BEP sampai tahun 2004 belum menemui titik impas, titik impas perusahaan diperoleh pada tahun 2022. Untuk analisis sensitivitasnya, variabelvariabel yang paling sensitif sampai dengan yang tidak sensitif terhadap pendapatan berturut-turut adalah harga produk, harga material, dan biaya produksi (biaya operasional).Sedangkan untuk per-mutu baton yang paling sensitif adalah mutu beton K-225.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/26218
    Collections
    • Civil Engineering [4722]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV