• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    URGENSI PENETAPAN STATUS KHUNTSA MENURUT HUKUM ISLAM

    Thumbnail
    View/Open
    skripsi fixxxx pake banget terakhir.pdf (2.664Mb)
    Date
    2018-06-08
    Author
    ILHAM GHOFFAR SOLEKHAN, 14421149
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Khuntsa adalah suatu keadaan ketika seorang individu memiliki dua kelamin. Keadaan kelamin yang dua ini, tidak seketika dapat dilihat dan diidentifikasikan apakah dia perempuan dan laki-laki. Khuntsa dibedakan menjadi dua macam, 1) khuntsa musykil yaitu suatu keadaan kelamin ganda yang dengan melihat kelaminnya saja tidak dapat ditentukan jenis kelaminnya artinya penentuan kelaminnya sangat sulit, 2) khuntsa gahiru musykil yaitu keadaan kelamin ganda yang masih dapat dengan mudah diidentifikasikan kelaminnya. Keadaan khuntsa juga memunculkan teori dari psikologis yang membuktikan bahwa keadaan ini dapat menjadi sebuah pemicu masalah psikologis bagi individu khuntsa tersebut yang dapat jadi, tidak hanya berhenti pada keadaan psikologis, namun juga dapat berpengaruh terhadap fisik dan perilaku. Di lain sisi, dunia kedokteran memandang khuntsa sebagai sebuah permasalahan medis terkait dengan anomali keadaan kelamin. Namun, dunia kedokteran tidak hanya berhenti pada mengidentifikasikan khuntsa, namun juga bagaimana menangani keadaan khuntsa yang dapat dilakukan dengan prosedur yang sama seperti pada pergantian kelamin. Fakta bahwa kemajuan teknologi yang mumpuni, maka permasalahan yang diidentifikasikan oleh ilmu psikologi tersebut dapat ditekan sehingga dapat menimbulkan kemaslahatan bagi individu khuntsa tersebut. Perkara ini senada dengan kaidah fiqih yaitu الضرر يزالyang juga merupakan dalil yang kuat untuk membuktikan pentingnya penetapan status bagi khuntsa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka atau literature review dengan menggunakan pendekatan normatif sosiologis dan teologis yang menjelaskan pokok persoalan dalam pandangan hukum (hukum Islam dan positif), masyarakat dan sisi ketuhanan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8238
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV