Show simple item record

dc.contributor.advisorLibbie Annatagia, S.Psi., M.Psi.
dc.contributor.authorAnis Syifa Nuraini, 14320012
dc.date.accessioned2018-05-30T14:48:14Z
dc.date.available2018-05-30T14:48:14Z
dc.date.issued2018-05-03
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/7692
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religious involvement dan subjective well-being. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 50 pasien kanker, beragama Islam, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga skala, yaitu skala religious involvement dari Cholisoh (2013) yang mengacu pada teori Scott dkk. (2006), PANAS (Positive Affect and Negatif Affect Scale) dari Watson, Clark, & Tellegen (1988) dan SWLS (Statification with Life Scale) dari Diener (1999). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara religious involvement dan subjective well-being (r = 0.616, p= 0.000; p<0.05), sehingga hipotesis diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi religious involvement seseorang maka semakin tinggi pula subjective well-being seseorang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectReligious involvementen_US
dc.subjectsubjective well-beingen_US
dc.subjectpasien kankeren_US
dc.titleHUBUNGAN ANTARA RELIGIOUS INVOLVEMENT DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PASIEN KANKERen_US
dc.typeUndergraduate Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record