• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Aktivitas Antihiperglikemia Pemberian Bersama Ekstrak Etanol Daun Yacon (Smallanthus Sonchifolius) dan Daun Pahitan (Tithonia Diversifolia) pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Aloksan

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (145.3Kb)
    02 preliminari.pdf (591.8Kb)
    03 daftar isi.pdf (240.0Kb)
    04 abstract.pdf (168.5Kb)
    05.1 bab 1.pdf (206.2Kb)
    05.2 bab 2.pdf (1.074Mb)
    05.3 bab 3.pdf (845.1Kb)
    05.4 bab 4.pdf (854.2Kb)
    05.5 bab 5.pdf (124.3Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (243.6Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (298.4Kb)
    07.2 lampiran 2.pdf (246.9Kb)
    07.3 lampiran 3.pdf (190.6Kb)
    07.4 lampiran 4.pdf (277.4Kb)
    07.5 lampiran 5.pdf (105.5Kb)
    07.6 lampiran 6.pdf (129.7Kb)
    07.7 lampiran 7.pdf (249.9Kb)
    07.8 lampiran 8.pdf (189.2Kb)
    08 naskah publikasi.pdf (299.1Kb)
    Date
    2014-10-14
    Author
    Wijaya, Indraji Idham, 09613209
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Yacon (Smallanthus sonchifolius) dan pahitan (Tithonia diversifolia) merupakan tanaman anggota keluarga Asteraceae yang telah terbukti memiliki aktifitas antihiperglikemia. Beberapa penelitian terkait aktifitas antihiperglikemia tanaman tersebut belum menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah mencapai batas normal sehingga muncul sebuah gagasan penelitian eksperimental dengan melakukan pemberian bersama kedua ekstrak tanaman tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktifitas antihiperglikemia pemberian bersama ekstrak etanol daun yacon dan daun pahitan pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi Aloksan 150 mg/kgBB tikus pada hari ke-0 dan 75 mg/kgBB tikus pada hari ke-3 dengan parameter kadar glukosa darah puasa (KGDP). Sebanyak 35 tikus Wistar jantan dibagi kedalam 7 kelompok (N=5). Kelompok I tidak diberi perlakuan. Kelompok II hanya diinduksi aloksan 150 dan 75 mg/kgBB tikus secara i.p. Kelompok III diinduksi aloksan 150 dan 75 mg/kgBB tikus kemudian diterapi dengan glibenklamid 0,45 mg/kgBB. Kelompok IV,V,VI,VII diinduksi aloksan kemudian diterapi dengan ekstrak etanol daun yacon 600 mg/kgBB, ekstrak etanol daun pahitan 1050 mg/kgBB, pemberian bersama ekstrak daun yacon dan daun pahitan 150 mg/kgBB dan 787,5 mg/kgBB, 450 mg/kgBB dan 262,5 mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah puasa dilakukan pada hari ke-0, hari ke-4,dan hari ke-11 dengan cara mengambil darah tikus yang sebelumnya telah dipuasakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus Wistar jantan mengalami penurunan KGDP setelah diberi ektrak etanol perlakuan I, perlakuan II, perlakuan III dan perlakuan IV dengan persentase penurunan masing-masing sebesar 33,31%; 57,51%; 50,81%; 48,86%. Kesimpulannya, dosis pemberian bersama lebih tidak efektif dibandingkan dosis tunggal ekstrak daun pahitan dalam menurunkan kadar glukosa darah.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/7504
    Collections
    • New Submissions [148]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV