• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Informatics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Informatics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    sistem pendukung keputusan klinik penentuan diagnosis penyAKIT tb pARU pada orang dewasa sesuai dengan strategi directly observed treatment short-course (DOTS)

    Thumbnail
    View/Open
    Laporan-Tesis-MI-AGUSRIYANTO.pdf (3.642Mb)
    Date
    2018-02-28
    Author
    agus riyanto, 13917102
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Strategi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) adalah satu strategi yang diterapkan dan sesuai dengan rekomendasi WHO untuk digunakan dalam penanggulangan penyakit menular khusus untuk TB paru. Dari segi biaya strategi DOTS mempunyai nilai ekonomis sangat efektif (cost-effective) dalam mengintervensi penurunan insiden TB sebesar 2% pertahun, dengan penghematan sebesar US$ 55 selama 20 tahun. Fokus utama DOTS adalah penemuan dan penyembuhan pasien dengan prioritas diberikan kepada pasien TB tipe menular. Terdapat berbagai masalah terkait pengelolaan TB di masyarakat, yaitu : 1) Tantangan P2PL TB yang terus meningkat. 2) Sumber daya yang terbatas khususnya pemerataan tenaga kerja terampil dan terlatih. 3) Kasus penemuan TB yang hilang atau kasus TB tidak terlaporkan. Dari 3 (tiga) masalah tersebut maka perlu dilakukan penelitian dibidang teknologi informasi terkait dengan sistem pendukung keputusan klinik untuk diagnosis penyakit TB paru pada orang dewasa, untuk membantu meningkatkan kinerja program P2TB paru. Untuk membangun sistem pendukung keputusan klinik (SPKK) ini menggunakan metode tree dengan basis pengetahuan yang diperoleh dari rule (aturan) yang terdapat dalam strategi DOTS dengan demikian dapat diistilahkan basis pengetahuan menggunakan Rule Based System (RBR). Sedangkan penelusuran diagnosis penyakit berdasar pada gejala utama menggunkan penelusuran kearah depan yang sering disebut sebagai Forward Chaining (FC). Hasil dari implementasi SPKK yang telah terhubung dengan data base Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) mampu mendeteksi kasus suspek TB pada orang dewasa sebesar 4.888 dari 129.740 kasus data sampai tanggal 2 Juni 2017. Dan terdapat kesalahan hasil rumus logika sebanyak 2.975 kasus ini dikarenakan tidak terdapat keluhan pasien. Selanjutnya pengujian SPKK dengan rule yang disematkan dalam tabel keputusan mampu mendiagnosis penyakit TB sesuai dengan kaidah strategi DOTS dan di validasi oleh petugas hasilnya 100 % cocok dengan keputusan petugas.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/6886
    Collections
    • Master of Informatics [368]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV