• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pertanggungjawaban Pidana Pengguna Vaksin Palsu Menurut Prespektif Hukum Pidana Indonesia

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (284.7Kb)
    02 preliminari.pdf (21.07Mb)
    03 daftar isi.pdf (43.65Kb)
    04 abstract.pdf (45.08Kb)
    05.1 bab 1.pdf (309.8Kb)
    05.2 bab 2.pdf (210.6Kb)
    05.3 bab 3.pdf (79.56Kb)
    05.4 bab 4.pdf (49.36Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (48.43Kb)
    Date
    2017-05-24
    Author
    Damayanti, Nisa, 13410538
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana dokter, perawat dan rumah sakit dalam penggunaan vaksin palsu menurut prespektif hukum pidana. Rumusan masalah yang diajukan yaitu : Bagaimana pertanggungjawaban pidana dokter dan perawat sebagai pengguna vaksin palsu menurut prespektif hukum pidana indonesia?; Apakah rumah sakit dapat bertanggungjawab secara pidana dalam kasus penggunaan vaksin palsu?. Penelitian ini termasuk penelitian tipologi hukum doktrinal/normatif. Bahan hukum dikumpulkan dari kasus hukum digunakannya vaksin palsu dalam praktik dokter di Rumah Sakit swasta yang terindikasi menggunakan vaksin palsu dan penelitian kepustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisis penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dimana bahan yang digunakan merupakan bahan hukum primer yang diuraikan dengan bentuk kalimat yang logis dan efektif. Tidak adanya jaminan bahwa suatu peraturan sudah cukup jelas atau kejadiannya sudah diketahui seluk-beluknya. Hasil studi ini menunjukan bahwa dokter,perawat, dan rumah sakit dapat bertanggungjawab secara pidana dalam penggunaan vaksin palsu tergantung pada alur dan hasil penggunaan vaksin palsu dan batas kapasitas pertanggungjawabannya, terdapat pula batas-batasan pertanggungjawaban rumah sakit sebagai korporasi. Penelitian ini merekomendasikan kepada tenaga kesehatan untuk lebih mendalami pengaturanpengaturan yang menyangkut profesi mereka dan berhati hati dalam bertindak, dan juga agar rumah sakit dapat memperbaiki aturan-aturan dan fungsi pengawasannya untuk menghalangi penggunaan obat yang tidak sesuai standar kemanfaatan dan tidak berizin dapat digunakan kembali.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/6850
    Collections
    • Law [3440]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV