Perancangan Sekolah Lansia dengan Pendekatan Passive Design untuk Mendukung Kenyamanan Lansia di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di
Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong
kebutuhan akan fasilitas yang mendukung
pembelajaran sepanjang hayat, interaksi
sosial, dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Sekolah Lansia merupakan salah satu sarana
pendidikan nonformal bagi lansia. Namun,
perancangannya perlu mempertimbangkan
penurunan kemampuan visual, sensitivitas
terhadap kondisi termal, serta keterbatasan
mobilitas pengguna.
Perancangan ini bertujuan merancang
Sekolah Lansia di Kecamatan Banguntapan
dengan pendekatan Passive Design.
Pendekatan tersebut diterapkan untuk
mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman,
mendukung keselamatan, dan ramah lansia
melalui optimalisasi potensi iklim setempat.
Fokus perancangan meliputi peningkatan
kenyamanan visual, kenyamanan termal,
keselamatan dan aksesibilitas pengguna,
serta kualitas iklim mikro kawasan.
Metode perancangan meliputi studi literatur,
studi preseden, analisis tapak, analisis
kebutuhan ruang, dan penyusunan konsep
desain. Hasil perancangan kemudian
dievaluasi menggunakan DIALux untuk
simulasi pencahayaan alami, Autodesk CFD
dan CBE Thermal Comfort Tool untuk evaluasi
kenyamanan termal melalui simulasi aliran
udara, serta Autodesk Forma untuk simulasi
bayangan vegetasi.
Hasil perancangan berupa kawasan
Sekolah Lansia yang terdiri atas beberapa
massa bangunan yang mengelilingi inner
courtyard sebagai pusat aktivitas.
Rancangan menghasilkan ruang belajar
yang nyaman secara visual melalui
optimalisasi pencahayaan alami.
Kenyamanan termal diwujudkan melalui
ventilasi alami dan pengolahan iklim mikro
kawasan. Konsep barrier-free diterapkan
melalui ramp interaktif dan fasilitas yang
mendukung aksesibilitas lansia. Selain itu,
rancangan menyediakan ruang-ruang
fleksibel yang mengakomodasi kegiatan
edukatif, sosial, dan fisik. Penataan
courtyard dan vegetasi mendukung
terciptanya lingkungan belajar yang
nyaman, sehat, dan responsif terhadap
iklim tropis.
Penerapan pendekatan Passive Design
menghasilkan rancangan Sekolah Lansia
yang mendukung kenyamanan visual,
kenyamanan termal, keselamatan, aktivitas
belajar. dan interaksi sosial lansia.
Rancangan ini menjawab kebutuhan
fasilitas pendidikan lansia yang responsif
terhadap iklim tropis melalui penerapan
strategi desain pasif yang mendukung
kualitas hidup penggunanya.
Collections
- Architecture [4119]
