Show simple item record

dc.contributor.authorBasyir, Muhammad Ainun
dc.contributor.authorRahman, Danar Bagus Fathur
dc.date.accessioned2026-09-12T06:17:59Z
dc.date.available2026-09-12T06:17:59Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/67097
dc.description.abstractKebakaran merupakan salah satu risiko yang dapat menimbulkan kerugian material maupun nonmaterial, khususnya pada lingkungan laboratorium yang memiliki berbagai peralatan listrik dan aktivitas praktikum. Berdasarkan hasil observasi di Gedung Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), sistem deteksi dan notifikasi kebakaran yang tersedia masih bersifat konvensional, dengan aktivasi alarm dan penyampaian informasi kepada petugas keamanan yang belum terintegrasi secara otomatis. Oleh karena itu, pada Tugas Akhir ini dirancang Emergency Notification System untuk Sistem Bencana Kebakaran di Gedung Laboratorium FTI yang mampu melakukan deteksi dan memberikan informasi kondisi kebakaran secara otomatis dan real-time. Sistem dirancang menggunakan tiga jenis sensor, yaitu AHT10 untuk mendeteksi perubahan suhu, MQ-2 untuk mendeteksi asap atau gas hasil pembakaran, dan flame sensor 5- channel untuk mendeteksi keberadaan api. Data dari sensor diproses menggunakan mikrokontroler ESP32-C3 dan dikirimkan melalui jaringan menggunakan protokol MQTT. Informasi kondisi sistem ditampilkan melalui web dashboard, sedangkan peringatan kepada petugas keamanan diberikan melalui notifikasi WhatsApp, buzzer lokal, dan alarm panel. Sistem mengklasifikasikan kondisi menjadi tiga tingkat, yaitu Normal apabila tidak terdapat sensor aktif, Waspada apabila satu sensor aktif, dan Bahaya apabila dua atau lebih sensor aktif secara bersamaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan respons sesuai dengan logika yang telah dirancang. Pengujian kondisi tunggal maupun kombinasi sensor menghasilkan tingkat keberhasilan 100% dalam menentukan status Normal, Waspada, dan Bahaya serta dalam mengaktifkan keluaran sistem yang sesuai. Pada pengujian jarak terhadap sumber api, flame sensor mampu melakukan deteksi secara stabil dengan tingkat keberhasilan 100% pada jarak 10– 130 cm. Pada jarak 140 cm, akurasi menurun menjadi 60%, sedangkan pada jarak 150 cm menjadi 10%, sehingga diperoleh akurasi keseluruhan sebesar 91,33% dengan error rate sebesar 8,67%. Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian, sistem yang dikembangkan mampu melakukan pemantauan kondisi kebakaran secara real-time, menampilkan kondisi dan lokasi kejadian melalui dashboard, mengirimkan notifikasi WhatsApp, serta mengaktifkan alarm secara otomatis. Sistem ini diharapkan dapat membantu petugas keamanan dalam memperoleh informasi potensi kebakaran dengan lebih cepat sehingga tindakan awal dapat dilakukan secara lebih efektif dan dapat meningkatkan aspek keselamatan di lingkungan Laboratorium FTI UII.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleEmergency Notification System untuk Sistem Bencana Kebakaran di Gedung Laboratorium FTIen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22524087
dc.Identifier.NIM22524084


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record