Emergency Notification System untuk Sistem Bencana Kebakaran di Gedung Laboratorium FTI
Abstract
Kebakaran merupakan salah satu risiko yang dapat menimbulkan kerugian material
maupun nonmaterial, khususnya pada lingkungan laboratorium yang memiliki berbagai peralatan
listrik dan aktivitas praktikum. Berdasarkan hasil observasi di Gedung Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia (FTI UII), sistem deteksi dan notifikasi kebakaran yang tersedia masih
bersifat konvensional, dengan aktivasi alarm dan penyampaian informasi kepada petugas
keamanan yang belum terintegrasi secara otomatis. Oleh karena itu, pada Tugas Akhir ini
dirancang Emergency Notification System untuk Sistem Bencana Kebakaran di Gedung
Laboratorium FTI yang mampu melakukan deteksi dan memberikan informasi kondisi kebakaran
secara otomatis dan real-time.
Sistem dirancang menggunakan tiga jenis sensor, yaitu AHT10 untuk mendeteksi
perubahan suhu, MQ-2 untuk mendeteksi asap atau gas hasil pembakaran, dan flame sensor 5-
channel untuk mendeteksi keberadaan api. Data dari sensor diproses menggunakan
mikrokontroler ESP32-C3 dan dikirimkan melalui jaringan menggunakan protokol MQTT.
Informasi kondisi sistem ditampilkan melalui web dashboard, sedangkan peringatan kepada
petugas keamanan diberikan melalui notifikasi WhatsApp, buzzer lokal, dan alarm panel. Sistem
mengklasifikasikan kondisi menjadi tiga tingkat, yaitu Normal apabila tidak terdapat sensor
aktif, Waspada apabila satu sensor aktif, dan Bahaya apabila dua atau lebih sensor aktif secara
bersamaan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan respons sesuai dengan
logika yang telah dirancang. Pengujian kondisi tunggal maupun kombinasi sensor menghasilkan
tingkat keberhasilan 100% dalam menentukan status Normal, Waspada, dan Bahaya serta dalam
mengaktifkan keluaran sistem yang sesuai. Pada pengujian jarak terhadap sumber api, flame
sensor mampu melakukan deteksi secara stabil dengan tingkat keberhasilan 100% pada jarak 10–
130 cm. Pada jarak 140 cm, akurasi menurun menjadi 60%, sedangkan pada jarak 150 cm menjadi
10%, sehingga diperoleh akurasi keseluruhan sebesar 91,33% dengan error rate sebesar 8,67%.
Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian, sistem yang dikembangkan mampu
melakukan pemantauan kondisi kebakaran secara real-time, menampilkan kondisi dan lokasi
kejadian melalui dashboard, mengirimkan notifikasi WhatsApp, serta mengaktifkan alarm secara
otomatis. Sistem ini diharapkan dapat membantu petugas keamanan dalam memperoleh informasi
potensi kebakaran dengan lebih cepat sehingga tindakan awal dapat dilakukan secara lebih efektif
dan dapat meningkatkan aspek keselamatan di lingkungan Laboratorium FTI UII.
Collections
- Electric Engineering [904]
