Show simple item record

dc.contributor.authorRusyadi, Zaidan
dc.date.accessioned2026-09-12T03:05:03Z
dc.date.available2026-09-12T03:05:03Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/67069
dc.description.abstractPertumbuhan potensi pasar jasa konstruksi nasional Provinsi DI Yogyakarta yang terus mengalami peningkatan, menuntut para pelaku pasar konstruksi untuk selalu menghasilkan bangunan dengan mutu konstruksi yang baik dengan memperhatikan sumber daya alam setempat. Gunung merapi yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu gunung api paling aktif di dunia. Aktivitas penambangan pasir di lereng Gunung Merapi sudah dimulai sejak Gunung ini mengeluarkan lava pada tahun 1930an. Lava yang turun dari puncak merapi membawa jutaan meter kubik material pasir. Material pasir tersebut ikut mengalir dan tertinggal di sungai – sungai yang menjadi jalur lava. Aliran material yang mengalir dari gunung merapi ini, terutama di daerah Cangkringan, dimana termasuk daerah lereng Gunung Merapi, menjadi area tambang pasir yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan struktur maupun non struktur. Telah kita ketahui bahwa pasir adalah satu satu bahan utama pembuatan beton, namun selain pasir alami, pasir hasil pemecahan batu atau juga disebut pasir batu pecah dapat juga dijadikan alternatif sebagai bahan campuran beton. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan karakteristik beton yang menggunakan pasir Merapi asal cangkringan dan beton yang menggunakan pasir batu pecah asal Clereng Kabupaten Kulonprogo. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bahan Konstruksi FTSP-UII, benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm berjumlah 20 buah untuk setiap campuran. Semua benda uji menggunakan agregat Kasar asal Clereng dengan ukuran maksimum 40mm, semen porland composite serta air dari Laboratorium Bahan Konstruksi FTSP-UII. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa pasir cangkringan berupa pasir agak halus (gradasi 3), dan pasir batu pecah Clereng berupa pasir agak kasar (gradasi 2), kandungan lumpur kedua jenis pasir dibawah 5%, kuat desak yang dihasilkan sebesar 25,73 MPa untuk beton yang menggunakan pasir cangkringan dan 25,14 MPa untuk beton yang menggunakan pasir batu pecah Clereng,en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMerapi,en_US
dc.subjectCangkringan,en_US
dc.subjectClereng dan Kuat Desak Beton.en_US
dc.titleStudi Komparasi Karakteristik Beton Menggunakan Pasir Batu Pecah Asal Clereng dan Pasir Merapi Asal Cangkringanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM06511042


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record