• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Studi Komparasi Karakteristik Beton Menggunakan Pasir Batu Pecah Asal Clereng dan Pasir Merapi Asal Cangkringan

    Thumbnail
    View/Open
    06511042 pdf (2.955Mb)
    Date
    2013
    Author
    Rusyadi, Zaidan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pertumbuhan potensi pasar jasa konstruksi nasional Provinsi DI Yogyakarta yang terus mengalami peningkatan, menuntut para pelaku pasar konstruksi untuk selalu menghasilkan bangunan dengan mutu konstruksi yang baik dengan memperhatikan sumber daya alam setempat. Gunung merapi yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu gunung api paling aktif di dunia. Aktivitas penambangan pasir di lereng Gunung Merapi sudah dimulai sejak Gunung ini mengeluarkan lava pada tahun 1930an. Lava yang turun dari puncak merapi membawa jutaan meter kubik material pasir. Material pasir tersebut ikut mengalir dan tertinggal di sungai – sungai yang menjadi jalur lava. Aliran material yang mengalir dari gunung merapi ini, terutama di daerah Cangkringan, dimana termasuk daerah lereng Gunung Merapi, menjadi area tambang pasir yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan struktur maupun non struktur. Telah kita ketahui bahwa pasir adalah satu satu bahan utama pembuatan beton, namun selain pasir alami, pasir hasil pemecahan batu atau juga disebut pasir batu pecah dapat juga dijadikan alternatif sebagai bahan campuran beton. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan karakteristik beton yang menggunakan pasir Merapi asal cangkringan dan beton yang menggunakan pasir batu pecah asal Clereng Kabupaten Kulonprogo. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bahan Konstruksi FTSP-UII, benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm berjumlah 20 buah untuk setiap campuran. Semua benda uji menggunakan agregat Kasar asal Clereng dengan ukuran maksimum 40mm, semen porland composite serta air dari Laboratorium Bahan Konstruksi FTSP-UII. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa pasir cangkringan berupa pasir agak halus (gradasi 3), dan pasir batu pecah Clereng berupa pasir agak kasar (gradasi 2), kandungan lumpur kedua jenis pasir dibawah 5%, kuat desak yang dihasilkan sebesar 25,73 MPa untuk beton yang menggunakan pasir cangkringan dan 25,14 MPa untuk beton yang menggunakan pasir batu pecah Clereng,
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/67069
    Collections
    • Civil Engineering [4889]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV