| dc.description.abstract | Penggunaan teknologi digital pada usaha kuliner terus berkembang untuk meningkatkan
kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. Salah satu bentuk penerapannya adalah sistem
self-order yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan secara mandiri melalui
perangkat smartphone. Namun, penerapan layanan tersebut perlu didukung dengan
pengelolaan penggunaan meja yang baik agar proses pemesanan dapat berlangsung sesuai
dengan kondisi operasional restoran.
Selama melaksanakan kegiatan magang di PT Vastu Cipta Persada, penulis bergabung
dengan tim Vastech yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem. Pada kegiatan
magang ini, penulis terlibat dalam pengembangan sistem Point of Sale (POS) bernama
CAVAA, khususnya pada modul customer. Pengembangan yang dilakukan berfokus pada fitur
self-order berbasis QR Code dan manajemen sesi meja untuk mendukung proses pemesanan
makanan dan minuman secara mandiri pada usaha kuliner.
Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Agile dengan kerangka kerja
Scrum. Teknologi yang digunakan meliputi PHP, Laravel, MySQL, JavaScript, Bootstrap, dan
Git. Fitur yang dikembangkan mencakup autentikasi customer, implementasi QR Code,
manajemen sesi meja, halaman menu, keranjang pesanan, checkout, detail pesanan, serta
riwayat pesanan. Sistem juga terintegrasi dengan layanan pembayaran digital melalui payment
gateway.
Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sistem berhasil mendukung proses pemesanan
mandiri pada usaha kuliner. Pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui pemindaian
QR Code pada meja yang tersedia, sementara manajemen sesi meja membantu mengatur
kondisi penggunaan meja sehingga proses pemesanan dapat berjalan sesuai ketentuan yang
berlaku. Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas
pelayanan, mengurangi kesalahan pencatatan pesanan, serta mendukung operasional usaha
kuliner secara lebih terstruktur. | en_US |