Show simple item record

dc.contributor.authorIkhsanul A, M. Wahyu
dc.date.accessioned2026-09-11T06:31:56Z
dc.date.available2026-09-11T06:31:56Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/67024
dc.description.abstractKawasan Danau Diateh di Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, memiliki potensi besar sebagai destinasi agrowisata karena didukung oleh lanskap danau, iklim pegunungan yang sejuk, serta aktivitas pertanian hortikultura yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Namun, potensi tersebut belum berkembang secara optimal akibat rendahnya integrasi antara sektor pertanian dan pariwisata, terbatasnya fasilitas wisata yang mampu mengakomodasi aktivitas edukasi, rekreasi, dan produksi pertanian secara terpadu, serta rendahnya nilai tambah hasil pertanian yang berdampak pada terbatasnya peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu rancangan arsitektur yang tidak hanya menyediakan fasilitas wisata, tetapi juga mampu menghubungkan sistem produksi, edukasi, dan pemasaran hasil pertanian dalam satu kesatuan kawasan yang berkelanjutan. Perancangan ini bertujuan menghasilkan fasilitas agrowisata berbasis permakultur yang mampu meningkatkan kualitas ruang wisata, mendukung produktivitas pertanian, memperkuat interaksi antara pengunjung dan masyarakat lokal, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan aktivitas pertanian bernilai tambah. Pendekatan perancangan menggunakan konsep permakultur berdasarkan etika Earth Care, People Care, dan Fair Share, serta dua belas prinsip desain permakultur oleh David Holmgren yang dipadukan dengan metode TRIZ (Theory of Inventive Problem Solving) untuk mengidentifikasi kontradiksi desain dan menghasilkan strategi penyelesaian yang inovatif. Proses perancangan dilakukan melalui analisis potensi dan permasalahan tapak, analisis kebutuhan ruang, hubungan fungsi, zonasi, sirkulasi, serta pengembangan konsep arsitektur, struktur, lanskap, dan utilitas yang selaras dengan karakter lingkungan Danau Diateh. Hasil perancangan berupa kawasan Salingka sebagai fasilitas agrowisata berbasis permakultur yang mengintegrasikan fungsi edukasi, produksi, rekreasi, komersial, dan akomodasi dalam satu sistem yang saling mendukung. Rancangan menerapkan pembagian zonasi berdasarkan tingkat aktivitas dan kontur tapak, mempertahankan kondisi alami lahan melalui minimasi cut and fill, mengoptimalkan orientasi bangunan terhadap panorama danau serta iklim lokal, dan memanfaatkan material lokal sebagai identitas kawasan. Penerapan prinsip-prinsip permakultur diwujudkan melalui sistem pertanian produktif, pengelolaan sumber daya secara efisien, pemanfaatan lanskap sebagai ruang edukasi, serta integrasi aktivitas wisata dengan proses budidaya dan pengolahan hasil pertanian. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman wisata yang edukatif, memperkuat identitas kawasan, menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal, serta menjadi model pengembangan agrowisata berkelanjutan yang adaptif terhadap potensi dan karakter kawasan Danau Diatehen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAgrowisata, Permakultur, TRIZ, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Arsitektur Berkelanjutanen_US
dc.titlePerancangan Salingka sebagai Fasilitas Agrowisata Berbasis Permakultur di Danau Diateh, Alahan Panjang untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakaten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22512062


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record