Show simple item record

dc.contributor.authorFauzia, Afifa Dhia
dc.date.accessioned2026-09-11T06:28:39Z
dc.date.available2026-09-11T06:28:39Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/67022
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji peran batik sebagai instrumen diplomasi budaya Indonesia terhadap Malaysia pada tahun 2021–2025. Sebagai negara berbatasan langsung yang berbagi akar rumpun budaya Melayu, kedekatan Indonesia dan Malaysia menghadirkan unsur kebudayaan yang tumpang tindih, termasuk batik, sehingga representasi budaya yang aktif menjadi penting untuk menegaskan identitas kepemilikannya di mata dunia, terlebih setelah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2009. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan gabungan studi kepustakaan dan studi lapangan, berlandaskan teori Diplomasi Budaya Ljuben Tevdovski, dengan lima indikator: Cultural Representation, Cultural Exchange, Cultural Institutions Abroad, Influence on Global Perception, dan Policy Integration. Hasil penelitian menunjukkan Indonesia secara konsisten merepresentasikan batik melalui forum budaya, pertukaran generasi muda, penguatan institusi seperti KBRI dan Rumah Budaya Indonesia, serta pembentukan persepsi positif di Malaysia. Sementara itu, indikator Policy Integration baru menunjukkan keterkaitan jelas antara strategi dan implementasi menjelang akhir periode penelitian.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBatik, Diplomasi Budaya, Indonesia, Malaysia, UNESCO, Warisan Budaya Tak Bendaen_US
dc.titleBatik sebagai Instrumen Diplomasi Budaya Indonesia terhadap Malaysia Tahun 2021–2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22323198


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record