Batik sebagai Instrumen Diplomasi Budaya Indonesia terhadap Malaysia Tahun 2021–2025
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran batik sebagai instrumen diplomasi budaya Indonesia
terhadap Malaysia pada tahun 2021–2025. Sebagai negara berbatasan langsung
yang berbagi akar rumpun budaya Melayu, kedekatan Indonesia dan Malaysia
menghadirkan unsur kebudayaan yang tumpang tindih, termasuk batik, sehingga
representasi budaya yang aktif menjadi penting untuk menegaskan identitas
kepemilikannya di mata dunia, terlebih setelah diakui UNESCO sebagai Warisan
Budaya Tak Benda pada 2009. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif dengan pendekatan gabungan studi kepustakaan dan studi lapangan,
berlandaskan teori Diplomasi Budaya Ljuben Tevdovski, dengan lima indikator:
Cultural Representation, Cultural Exchange, Cultural Institutions Abroad,
Influence on Global Perception, dan Policy Integration. Hasil penelitian
menunjukkan Indonesia secara konsisten merepresentasikan batik melalui forum
budaya, pertukaran generasi muda, penguatan institusi seperti KBRI dan Rumah
Budaya Indonesia, serta pembentukan persepsi positif di Malaysia. Sementara itu,
indikator Policy Integration baru menunjukkan keterkaitan jelas antara strategi dan
implementasi menjelang akhir periode penelitian.
Collections
- International Relations [1021]
