Show simple item record

dc.contributor.authorHerlistiawan, Yusuf Ensyah
dc.date.accessioned2026-09-09T06:48:06Z
dc.date.available2026-09-09T06:48:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66922
dc.description.abstractIndustri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun sebagian besar masih menghadapi tantangan efisiensi produksi dan konsistensi kualitas produk. Bakpia Pathok 25 dipilih sebagai objek penelitian karena proses produksinya yang masih bersifat semi-tradisional serta tingginya volume keluhan pelanggan yang teridentifikasi. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya efisiensi sistem produk-proses akibat tidak terintegrasinya perancangan produk dan proses produksi, sehingga menimbulkan pemborosan dan ketidaksesuaian produk dengan kebutuhan pelanggan. Penelitian ini bertujuan memperbaiki sistem produksi IKM melalui pendekatan Concurrent Engineering yang mengintegrasikan desain produk dan proses secara serempak. Metode yang digunakan meliputi Latent Dirichlet Allocation (LDA) untuk mengidentifikasi topik utama keluhan pelanggan dan Lexicon Based Sentiment (LBS) untuk menganalisis sentimen ulasan konsumen, yang kemudian diterjemahkan menjadi Voice of Customer dan dipetakan langsung terhadap kondisi aktual proses produksi hasil Current State Value Stream Mapping (CSVSM) dan Process Activity Mapping (PAM). Pemetaan ini menghasilkan rekomendasi perbaikan yang selalu memuat dua sisi sekaligus pada stasiun kerja yang sama, yaitu rekomendasi desain produk (standarisasi produk), dan rekomendasi desain proses berupa penggantian oven, penataan ulang layout, penerapan SOP, Kaizen, dan 5S, sehingga perbaikan pada satu sisi tidak menimbulkan ketidaksesuaian pada sisi lainnya. Penyusunan Future State Value Stream Mapping menunjukkan bahwa integrasi ini menurunkan lead time produksi dari 14.196,176 detik menjadi 9.775,818 detik atau berkurang 31,14%, meningkatkan proporsi aktivitas bernilai tambah dari 66,88% menjadi 90,23%, meniadakan aktivitas Non-Value Added, serta menekan proporsi aktivitas delay dari 20,29% menjadi 0,21% dari total waktu proses. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi desain produk dan proses secara concurrent mampu menyelesaikan akar keluhan pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi sistem produksi secara menyeluruh, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan perbaikan berkelanjutan bagi pelaku IKM bakpia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectConcurrent Engineering, Value Stream Mapping (VSM), Lexicon Based Sentiment (LBS), Latent Dirichlet Allocation (LDA)en_US
dc.titlePerancangan Ide Pengembangan Produk dan Proses secara Simultan dengan Integrasi Value Stream Mapping–Lexicon-Based Sentiment–Latent Dirichlet Allocation di Industri IKM Bakpiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22522042


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record