Perancangan Ide Pengembangan Produk dan Proses secara Simultan dengan Integrasi Value Stream Mapping–Lexicon-Based Sentiment–Latent Dirichlet Allocation di Industri IKM Bakpia
Abstract
Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian
Indonesia, namun sebagian besar masih menghadapi tantangan efisiensi produksi dan
konsistensi kualitas produk. Bakpia Pathok 25 dipilih sebagai objek penelitian karena
proses produksinya yang masih bersifat semi-tradisional serta tingginya volume keluhan
pelanggan yang teridentifikasi. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya
efisiensi sistem produk-proses akibat tidak terintegrasinya perancangan produk dan
proses produksi, sehingga menimbulkan pemborosan dan ketidaksesuaian produk dengan
kebutuhan pelanggan. Penelitian ini bertujuan memperbaiki sistem produksi IKM melalui
pendekatan Concurrent Engineering yang mengintegrasikan desain produk dan proses
secara serempak. Metode yang digunakan meliputi Latent Dirichlet Allocation (LDA)
untuk mengidentifikasi topik utama keluhan pelanggan dan Lexicon Based Sentiment
(LBS) untuk menganalisis sentimen ulasan konsumen, yang kemudian diterjemahkan
menjadi Voice of Customer dan dipetakan langsung terhadap kondisi aktual proses
produksi hasil Current State Value Stream Mapping (CSVSM) dan Process Activity
Mapping (PAM). Pemetaan ini menghasilkan rekomendasi perbaikan yang selalu memuat
dua sisi sekaligus pada stasiun kerja yang sama, yaitu rekomendasi desain produk
(standarisasi produk), dan rekomendasi desain proses berupa penggantian oven, penataan
ulang layout, penerapan SOP, Kaizen, dan 5S, sehingga perbaikan pada satu sisi tidak
menimbulkan ketidaksesuaian pada sisi lainnya. Penyusunan Future State Value Stream
Mapping menunjukkan bahwa integrasi ini menurunkan lead time produksi dari
14.196,176 detik menjadi 9.775,818 detik atau berkurang 31,14%, meningkatkan
proporsi aktivitas bernilai tambah dari 66,88% menjadi 90,23%, meniadakan aktivitas
Non-Value Added, serta menekan proporsi aktivitas delay dari 20,29% menjadi 0,21%
dari total waktu proses. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi desain produk dan proses
secara concurrent mampu menyelesaikan akar keluhan pelanggan sekaligus
meningkatkan efisiensi sistem produksi secara menyeluruh, sehingga dapat menjadi dasar
pengambilan keputusan perbaikan berkelanjutan bagi pelaku IKM bakpia.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
