| dc.description.abstract | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ngemplak menghadapi tantangan dalam
penentuan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan perencanaan rute distribusi
yang belum optimal sehingga berdampak pada tingginya biaya distribusi. Penelitian ini
bertujuan membangkitkan kandidat lokasi SPPG menggunakan K-Means Clustering,
menerapkan Location Routing Problem with Time Windows (LRPTW) berbasis algoritma
Simulated Annealing, serta menganalisis dampak optimasi terhadap biaya distribusi dan
kelayakan investasi pembangunan SPPG. Kandidat lokasi dibangkitkan menggunakan K-
Means Clustering dengan k = 8 dan total permintaan 19.588 porsi sebagai sample weight,
menghasilkan delapan kandidat lokasi yang selanjutnya dioptimasi menggunakan Simulated
Annealing. Solusi awal dibentuk menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP)
kemudian diperbaiki secara iteratif selama 1.000 iterasi dengan parameter suhu awal T0 = 120,
faktor pendinginan α = 0,997, dan mekanisme reheating sebesar 1,35 kali setiap 350 iterasi.
Hasil optimasi menunjukkan konfigurasi optimum terdiri atas 8 SPPG (2 eksisting dan 6
usulan) dengan penurunan total jarak distribusi dari 735,46 km menjadi 664,35 km atau sebesar
9,67%, sehingga biaya perjalanan (BBM) berkurang dari Rp693.830 menjadi Rp626.747 atau
menghemat Rp67.083 per hari. Seluruh 169 sekolah berhasil dilayani sesuai time windows
tanpa melanggar kapasitas kendaraan maupun kapasitas harian SPPG. Analisis Break Even
Point (BEP) pada skenario investasi menengah menunjukkan bahwa pembangunan satu unit
SPPG diperkirakan mencapai titik impas dalam 190 hari operasional atau sekitar 7,31 bulan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan LRPTW berbasis Simulated Annealing mampu
menghasilkan konfigurasi lokasi dan jaringan distribusi yang lebih efisien serta memberikan
gambaran kelayakan investasi pembangunan SPPG. | en_US |