• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Optimisasi Lokasi dan Perencanaan Jaringan Distribusi Dapur MBG Menggunakan Pendekatan LRPTW Berbasis Algoritma Simulated Annealing (Studi Kasus: Dapur MBG Kec. Ngemplak, Yogyakarta)

    Thumbnail
    View/Open
    22522288.pdf (3.530Mb)
    Date
    2026
    Author
    Sabila, Salwa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ngemplak menghadapi tantangan dalam penentuan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan perencanaan rute distribusi yang belum optimal sehingga berdampak pada tingginya biaya distribusi. Penelitian ini bertujuan membangkitkan kandidat lokasi SPPG menggunakan K-Means Clustering, menerapkan Location Routing Problem with Time Windows (LRPTW) berbasis algoritma Simulated Annealing, serta menganalisis dampak optimasi terhadap biaya distribusi dan kelayakan investasi pembangunan SPPG. Kandidat lokasi dibangkitkan menggunakan K- Means Clustering dengan k = 8 dan total permintaan 19.588 porsi sebagai sample weight, menghasilkan delapan kandidat lokasi yang selanjutnya dioptimasi menggunakan Simulated Annealing. Solusi awal dibentuk menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) kemudian diperbaiki secara iteratif selama 1.000 iterasi dengan parameter suhu awal T0 = 120, faktor pendinginan α = 0,997, dan mekanisme reheating sebesar 1,35 kali setiap 350 iterasi. Hasil optimasi menunjukkan konfigurasi optimum terdiri atas 8 SPPG (2 eksisting dan 6 usulan) dengan penurunan total jarak distribusi dari 735,46 km menjadi 664,35 km atau sebesar 9,67%, sehingga biaya perjalanan (BBM) berkurang dari Rp693.830 menjadi Rp626.747 atau menghemat Rp67.083 per hari. Seluruh 169 sekolah berhasil dilayani sesuai time windows tanpa melanggar kapasitas kendaraan maupun kapasitas harian SPPG. Analisis Break Even Point (BEP) pada skenario investasi menengah menunjukkan bahwa pembangunan satu unit SPPG diperkirakan mencapai titik impas dalam 190 hari operasional atau sekitar 7,31 bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan LRPTW berbasis Simulated Annealing mampu menghasilkan konfigurasi lokasi dan jaringan distribusi yang lebih efisien serta memberikan gambaran kelayakan investasi pembangunan SPPG.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66767
    Collections
    • Industrial Engineering [3109]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV