Show simple item record

dc.contributor.authorBijaksana, Rizki Esa Putra
dc.date.accessioned2026-09-05T07:05:30Z
dc.date.available2026-09-05T07:05:30Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66760
dc.description.abstractKecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi produktivitas, keselamatan pekerja, serta keberlangsungan operasional perusahaan. PT. Atmaja Jaya merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengecoran logam dengan Divisi Moulding sebagai salah satu bagian yang memiliki potensi bahaya tinggi akibat penggunaan mesin, material, dan aktivitas kerja yang kompleks. Berdasarkan data kecelakaan kerja periode 2020–2025, masih ditemukan insiden kerja yang menunjukkan perlunya penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko kecelakaan kerja, menentukan prioritas risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada Divisi Moulding PT Atmaja Jaya. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan Job Safety Analysis (JSA). Selanjutnya, Best Worst Method (BWM) digunakan untuk menentukan prioritas risiko, sedangkan Fishbone Diagram digunakan untuk menganalisis akar penyebab risiko pada aktivitas prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode HIRARC mengidentifikasi 9 potensi bahaya, sedangkan pendekatan JSA menghasilkan 26 potensi bahaya pada 9 aktivitas kerja. Penilaian risiko menunjukkan terdapat 2 risiko berkategori low, 4 risiko moderate, 1 risiko high, dan 2 risiko extreme. Berdasarkan pembobotan menggunakan BWM, aktivitas penghancuran dan penghalusan pasir menjadi prioritas utama dengan bobot sebesar 29%. Analisis Fishbone Diagram menunjukkan bahwa penyebab utama risiko berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan kerja. Rekomendasi pengendalian meliputi perbaikan dan pemeliharaan mesin, pemasangan local exhaust ventilation (LEV), penyusunan SOP, pelaksanaan pelatihan K3 dan toolbox meeting, pemasangan rambu keselamatan, serta peningkatan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan penerapan K3 di PT Atmaja Jaya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHIRARC, JSA, K3, Fishbone Diagram, BWMen_US
dc.titleAnalisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment & Risk Control (HIRARC) dengan Pendekatan Job Safety Analysis (JSA) (Studi Kasus: PT Atmaja Jaya)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22522311


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record