• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment & Risk Control (HIRARC) dengan Pendekatan Job Safety Analysis (JSA) (Studi Kasus: PT Atmaja Jaya)

    Thumbnail
    View/Open
    22522311.pdf (2.191Mb)
    Date
    2026
    Author
    Bijaksana, Rizki Esa Putra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi produktivitas, keselamatan pekerja, serta keberlangsungan operasional perusahaan. PT. Atmaja Jaya merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengecoran logam dengan Divisi Moulding sebagai salah satu bagian yang memiliki potensi bahaya tinggi akibat penggunaan mesin, material, dan aktivitas kerja yang kompleks. Berdasarkan data kecelakaan kerja periode 2020–2025, masih ditemukan insiden kerja yang menunjukkan perlunya penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko kecelakaan kerja, menentukan prioritas risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada Divisi Moulding PT Atmaja Jaya. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan Job Safety Analysis (JSA). Selanjutnya, Best Worst Method (BWM) digunakan untuk menentukan prioritas risiko, sedangkan Fishbone Diagram digunakan untuk menganalisis akar penyebab risiko pada aktivitas prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode HIRARC mengidentifikasi 9 potensi bahaya, sedangkan pendekatan JSA menghasilkan 26 potensi bahaya pada 9 aktivitas kerja. Penilaian risiko menunjukkan terdapat 2 risiko berkategori low, 4 risiko moderate, 1 risiko high, dan 2 risiko extreme. Berdasarkan pembobotan menggunakan BWM, aktivitas penghancuran dan penghalusan pasir menjadi prioritas utama dengan bobot sebesar 29%. Analisis Fishbone Diagram menunjukkan bahwa penyebab utama risiko berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan kerja. Rekomendasi pengendalian meliputi perbaikan dan pemeliharaan mesin, pemasangan local exhaust ventilation (LEV), penyusunan SOP, pelaksanaan pelatihan K3 dan toolbox meeting, pemasangan rambu keselamatan, serta peningkatan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan penerapan K3 di PT Atmaja Jaya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66760
    Collections
    • Industrial Engineering [3109]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV