Show simple item record

dc.contributor.authorFahmi, Muhammad Fariz
dc.date.accessioned2026-09-04T04:48:57Z
dc.date.available2026-09-04T04:48:57Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66717
dc.description.abstractAnak yang berhadapan dengan hukum merupakan kelompok yang rentan dan memerlukan perlindungan khusus, terutama dalam proses peradilan pidana. Prinsip kepentingan terbaik bagi anak menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan hukum, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan di Indonesia. Salah satu bentuk perlindungan tersebut diwujudkan melalui mekanisme diversi, yaitu pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan formal ke luar peradilan dengan pendekatan keadilan restoratif. Namun, dalam praktiknya di Pengadilan Negeri Pekanbaru, penerapan diversi belum sepenuhnya optimal, yang ditunjukkan dengan menurunnya tingkat keberhasilan diversi serta adanya berbagai hambatan baik dari aspek internal maupun eksternal. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan hakim dan panitera muda pidana sebagai subjek penelitian, serta didukung oleh data sekunder berupa peraturan perundang- undangan, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif analitis untuk menarik kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep kepentingan terbaik bagi anak dalam proses diversi di Pengadilan Negeri Pekanbaru telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan mengedepankan pendekatan keadilan restoratif melalui musyawarah yang melibatkan berbagai pihak. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan, seperti kurangnya pemahaman aparat penegak hukum secara substantif, keterbatasan partisipasi korban dan keluarga, serta faktor sosial yang mempengaruhi keberhasilan kesepakatan diversi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman, koordinasi antar pihak, serta penguatan peran masyarakat agar tujuan diversi dalam melindungi kepentingan terbaik bagi anak dapat tercapai secara optimal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKepentingan Terbaik bagi Anak, Diversi, Sistem Peradilan Pidana Anak, Keadilan Restoratif, Pengadilan Negeri Pekanbaruen_US
dc.titleKonsep Kepentingan Terbaik bagi Anak dalam Proses Diversi di Pengadilan Negeri Pekanbaruen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410668


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record