Show simple item record

dc.contributor.authorAziz, Abd. Malikul
dc.date.accessioned2026-09-03T06:50:22Z
dc.date.available2026-09-03T06:50:22Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66690
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji efektivitas Program Swasembada Beras Indonesia periode 2019–2024 dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional di tengah tekanan pasar pangan global, seperti volatilitas harga, kebijakan proteksionis negara eksportir, dan gangguan iklim. Meskipun pemerintah memperoleh pengakuan internasional dari International Rice Research Institute (IRRI) atas capaian produksi periode 2019–2021, lonjakan impor beras pada 2023–2024 memunculkan pertanyaan mengenai keberhasilan program tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Food Security dari FAO dengan tiga indikator, yaitu availability, access, dan stability, melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis data sekunder. Argumen sementara menyatakan bahwa kebijakan swasembada beras lebih berorientasi pada peningkatan produksi dibandingkan penguatan ketiga dimensi ketahanan pangan secara seimbang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada indikator availability, produksi domestik meningkat namun program Food Estate belum optimal; pada indikator access, harga beras cenderung naik meski distribusi BULOG diperkuat; dan pada indikator stability, rasio ketergantungan impor meningkat tajam dari 1,42% (2022) menjadi 14,48% (2024), menandakan stabilitas pasokan yang masih rentan terhadap gejolak pasar global.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectswasembada beras, ketahanan pangan, food security, availability, access, stabilityen_US
dc.titleAnalisis Program Swasembada Beras Indonesia dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Tahun 2019–2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22323002


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record