Analisis Program Swasembada Beras Indonesia dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Tahun 2019–2024
Abstract
Penelitian ini mengkaji efektivitas Program Swasembada Beras Indonesia periode
2019–2024 dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional di tengah tekanan pasar
pangan global, seperti volatilitas harga, kebijakan proteksionis negara eksportir,
dan gangguan iklim. Meskipun pemerintah memperoleh pengakuan internasional
dari International Rice Research Institute (IRRI) atas capaian produksi periode
2019–2021, lonjakan impor beras pada 2023–2024 memunculkan pertanyaan
mengenai keberhasilan program tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Food
Security dari FAO dengan tiga indikator, yaitu availability, access, dan stability,
melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis data sekunder. Argumen
sementara menyatakan bahwa kebijakan swasembada beras lebih berorientasi pada
peningkatan produksi dibandingkan penguatan ketiga dimensi ketahanan pangan
secara seimbang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada indikator
availability, produksi domestik meningkat namun program Food Estate belum
optimal; pada indikator access, harga beras cenderung naik meski distribusi
BULOG diperkuat; dan pada indikator stability, rasio ketergantungan impor
meningkat tajam dari 1,42% (2022) menjadi 14,48% (2024), menandakan stabilitas
pasokan yang masih rentan terhadap gejolak pasar global.
Collections
- International Relations [1021]
