Show simple item record

dc.contributor.authorPermatasari, Risma Aditya
dc.date.accessioned2026-09-03T04:27:48Z
dc.date.available2026-09-03T04:27:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66670
dc.description.abstractLatar belakang: Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung berbagai senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri. Untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan, ekstrak daun sirih hijau (EDSH) dikembangkan dalam bentuk tablet kunyah. Keberhasilan formulasi tablet kunyah dipengaruhi oleh pemilihan bahan penghancur. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi penggunaan natrium alginat sebagai bahan penghancur dengan crospovidone sebagai kontrol positif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan natrium alginat sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisik tablet kunyah EDSH serta menentukan formula optimum beserta karakteristik fisiknya. Metode: Tablet kunyah EDSH diformulasikan dalam lima formula dengan variasi rasio crospovidone dan natrium alginat, F1 (100%:0%), F2 (75%:25%), F3 (50%:50%), F4 (25%:75%), dan F5 (0%:100%), menggunakan metode kempa langsung. Massa cetak dan tablet dievaluasi melalui uji sifat fisik. Data yang terdistribusi normal dianalisis menggunakan one-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji post hoc jika terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05). Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus diuji dengan metode difusi sumuran. Hasil: Variasi proporsi natrium alginat berpengaruh terhadap kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur tablet kunyah. Peningkatan proporsi natrium alginat cenderung meningkatkan kekerasan tablet dari 5,52±0,39 kg pada F1 menjadi 7,53±0,24 kg pada F5. Selain itu variasi tersebut menurunkan kerapuhan dari 0,55±0,05% menjadi 0,25±0,01%. Waktu hancur meningkat dari 0,45±0,10 menit pada F1 menjadi 14,44±0,03 menit pada F5. Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik tablet. Zona hambat terbesar ditunjukkan oleh F3 dan F5, yaitu 3,75 mm, yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan kategori lemah. Kesimpulan: Penggunaan natrium alginat sebagai bahan penghancur berpengaruh terhadap sifat fisik tablet kunyah EDSH. Formula F4 (crospovidone 25%:natrium Alginat 75%) dipilih sebagai formula optimum karena memiliki kombinasi kekerasan dan kerapuhan yang paling baik dan memenuhi seluruh persyaratan mutu tablet kunyah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPiper betle L, Tablet Kunyah, Natrium Alginat, Crospovidoneen_US
dc.titlePengaruh Alginat sebagai Bahan Penghancur dalam Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613047


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record