• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Alginat sebagai Bahan Penghancur dalam Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.)

    Thumbnail
    View/Open
    22613047.pdf (2.137Mb)
    Date
    2026
    Author
    Permatasari, Risma Aditya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung berbagai senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri. Untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan, ekstrak daun sirih hijau (EDSH) dikembangkan dalam bentuk tablet kunyah. Keberhasilan formulasi tablet kunyah dipengaruhi oleh pemilihan bahan penghancur. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi penggunaan natrium alginat sebagai bahan penghancur dengan crospovidone sebagai kontrol positif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan natrium alginat sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisik tablet kunyah EDSH serta menentukan formula optimum beserta karakteristik fisiknya. Metode: Tablet kunyah EDSH diformulasikan dalam lima formula dengan variasi rasio crospovidone dan natrium alginat, F1 (100%:0%), F2 (75%:25%), F3 (50%:50%), F4 (25%:75%), dan F5 (0%:100%), menggunakan metode kempa langsung. Massa cetak dan tablet dievaluasi melalui uji sifat fisik. Data yang terdistribusi normal dianalisis menggunakan one-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji post hoc jika terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05). Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus diuji dengan metode difusi sumuran. Hasil: Variasi proporsi natrium alginat berpengaruh terhadap kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur tablet kunyah. Peningkatan proporsi natrium alginat cenderung meningkatkan kekerasan tablet dari 5,52±0,39 kg pada F1 menjadi 7,53±0,24 kg pada F5. Selain itu variasi tersebut menurunkan kerapuhan dari 0,55±0,05% menjadi 0,25±0,01%. Waktu hancur meningkat dari 0,45±0,10 menit pada F1 menjadi 14,44±0,03 menit pada F5. Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik tablet. Zona hambat terbesar ditunjukkan oleh F3 dan F5, yaitu 3,75 mm, yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan kategori lemah. Kesimpulan: Penggunaan natrium alginat sebagai bahan penghancur berpengaruh terhadap sifat fisik tablet kunyah EDSH. Formula F4 (crospovidone 25%:natrium Alginat 75%) dipilih sebagai formula optimum karena memiliki kombinasi kekerasan dan kerapuhan yang paling baik dan memenuhi seluruh persyaratan mutu tablet kunyah.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66670
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV