Pengaruh Alginat sebagai Bahan Penghancur dalam Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.)
Abstract
Latar belakang: Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung berbagai senyawa
yang memiliki aktivitas antibakteri. Untuk meningkatkan kenyamanan
penggunaan, ekstrak daun sirih hijau (EDSH) dikembangkan dalam bentuk tablet
kunyah. Keberhasilan formulasi tablet kunyah dipengaruhi oleh pemilihan bahan
penghancur. Oleh karena itu, penelitian ini mengevaluasi penggunaan natrium
alginat sebagai bahan penghancur dengan crospovidone sebagai kontrol positif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan natrium
alginat sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisik tablet kunyah EDSH serta
menentukan formula optimum beserta karakteristik fisiknya.
Metode: Tablet kunyah EDSH diformulasikan dalam lima formula dengan variasi
rasio crospovidone dan natrium alginat, F1 (100%:0%), F2 (75%:25%), F3
(50%:50%), F4 (25%:75%), dan F5 (0%:100%), menggunakan metode kempa
langsung. Massa cetak dan tablet dievaluasi melalui uji sifat fisik. Data yang
terdistribusi normal dianalisis menggunakan one-way ANOVA pada tingkat
kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji post hoc jika terdapat perbedaan yang
signifikan (p<0,05). Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus diuji
dengan metode difusi sumuran.
Hasil: Variasi proporsi natrium alginat berpengaruh terhadap kekerasan,
kerapuhan, dan waktu hancur tablet kunyah. Peningkatan proporsi natrium alginat
cenderung meningkatkan kekerasan tablet dari 5,52±0,39 kg pada F1 menjadi
7,53±0,24 kg pada F5. Selain itu variasi tersebut menurunkan kerapuhan dari
0,55±0,05% menjadi 0,25±0,01%. Waktu hancur meningkat dari 0,45±0,10 menit
pada F1 menjadi 14,44±0,03 menit pada F5. Seluruh formula memenuhi
persyaratan mutu fisik tablet. Zona hambat terbesar ditunjukkan oleh F3 dan F5,
yaitu 3,75 mm, yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus
aureus dengan kategori lemah.
Kesimpulan: Penggunaan natrium alginat sebagai bahan penghancur berpengaruh
terhadap sifat fisik tablet kunyah EDSH. Formula F4 (crospovidone 25%:natrium
Alginat 75%) dipilih sebagai formula optimum karena memiliki kombinasi
kekerasan dan kerapuhan yang paling baik dan memenuhi seluruh persyaratan mutu
tablet kunyah.
Collections
- Pharmacy [2101]
