Show simple item record

dc.contributor.authorAnur, Elza Nofi
dc.date.accessioned2026-09-02T07:00:37Z
dc.date.available2026-09-02T07:00:37Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66634
dc.description.abstractLatar belakang: Radikal bebas yang terbentuk melalui proses metabolisme maupun paparan lingkungan dapat merusak biomolekul sel dan memicu berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan asupan antioksidan eksogen untuk menetralkan radikal bebas. Buah stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan salah satu sumber antioksidan alami karena mengandung senyawa fenol, flavonoid, antosianin, dan vitamin C yang kandungannya sangat dipengaruhi oleh teknik ekstraksi yang digunakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan teknik ekstraksi maserasi dan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) terhadap rendemen ekstrak, profil metabolit, kadar total fenol, serta aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah stroberi. Metode: Ekstraksi dilakukan pada teknik maserasi dan UAE menggunakan pelarut etanol 70%. Profil metabolit dianalisis secara kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kadar total fenol ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu, serta aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Hasil: Rendemen ekstrak teknik UAE lebih tinggi yaitu 61,41%, dibandingkan dengan teknik maserasi sebesar 54,86%. Identifikasi profil metabolit menunjukkan kedua ekstrak mengandung fenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid. Kadar total fenol ekstrak maserasi sebesar 289,70 ± 8,95 mgGAE/g ekstrak, lebih tinggi dibandingkan ekstrak UAE sebesar 231,88 ± 5,42 mgGAE/g ekstrak, dan perbedaannya signifikan secara statistik (t = 6,97; df = 2; P = 0,02; P < 0,05). Aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak maserasi sebesar 273,15 ± 6,57 ppm dan ekstrak UAE sebesar 271,11 ± 5,95 ppm. Kedua ekstrak tergolong memiliki aktivitas antioksidan lemah, dan perbedaannya tidak signifikan secara statistik (t = 0,39; df = 2; P = 0,74; P > 0,05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa teknik UAE menghasilkan rendemen lebih tinggi, sedangkan teknik maserasi menghasilkan kadar total fenol yang lebih tinggi. Namun, kedua teknik ekstraksi menunjukkan aktivitas antioksidan yang relatif setara.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStroberi, maserasi, Ultrasound-Assisted Extraction, kromatografi lapis tipis, total fenol, DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)en_US
dc.titleAnalisis Profil Metabolit Berbasis KLT dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Stroberi (Fragaria × ananassa) Menggunakan Metode DPPHen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613243


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record