Analisis Profil Metabolit Berbasis KLT dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Stroberi (Fragaria × ananassa) Menggunakan Metode DPPH
Abstract
Latar belakang: Radikal bebas yang terbentuk melalui proses metabolisme
maupun paparan lingkungan dapat merusak biomolekul sel dan memicu berbagai
penyakit degeneratif, sehingga diperlukan asupan antioksidan eksogen untuk
menetralkan radikal bebas. Buah stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan salah
satu sumber antioksidan alami karena mengandung senyawa fenol, flavonoid,
antosianin, dan vitamin C yang kandungannya sangat dipengaruhi oleh teknik
ekstraksi yang digunakan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan teknik ekstraksi
maserasi dan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) terhadap rendemen ekstrak,
profil metabolit, kadar total fenol, serta aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah
stroberi.
Metode: Ekstraksi dilakukan pada teknik maserasi dan UAE menggunakan pelarut
etanol 70%. Profil metabolit dianalisis secara kualitatif dengan Kromatografi Lapis
Tipis (KLT), kadar total fenol ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu, serta
aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH.
Hasil: Rendemen ekstrak teknik UAE lebih tinggi yaitu 61,41%, dibandingkan
dengan teknik maserasi sebesar 54,86%. Identifikasi profil metabolit menunjukkan
kedua ekstrak mengandung fenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid. Kadar total fenol
ekstrak maserasi sebesar 289,70 ± 8,95 mgGAE/g ekstrak, lebih tinggi
dibandingkan ekstrak UAE sebesar 231,88 ± 5,42 mgGAE/g ekstrak, dan
perbedaannya signifikan secara statistik (t = 6,97; df = 2; P = 0,02; P < 0,05).
Aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak maserasi sebesar 273,15 ±
6,57 ppm dan ekstrak UAE sebesar 271,11 ± 5,95 ppm. Kedua ekstrak tergolong
memiliki aktivitas antioksidan lemah, dan perbedaannya tidak signifikan secara
statistik (t = 0,39; df = 2; P = 0,74; P > 0,05).
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa teknik UAE menghasilkan rendemen lebih
tinggi, sedangkan teknik maserasi menghasilkan kadar total fenol yang lebih tinggi.
Namun, kedua teknik ekstraksi menunjukkan aktivitas antioksidan yang relatif
setara.
Collections
- Pharmacy [2101]
