• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Profil Metabolit Berbasis KLT dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Stroberi (Fragaria × ananassa) Menggunakan Metode DPPH

    Thumbnail
    View/Open
    22613243.pdf (1.818Mb)
    Date
    2026
    Author
    Anur, Elza Nofi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Radikal bebas yang terbentuk melalui proses metabolisme maupun paparan lingkungan dapat merusak biomolekul sel dan memicu berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan asupan antioksidan eksogen untuk menetralkan radikal bebas. Buah stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan salah satu sumber antioksidan alami karena mengandung senyawa fenol, flavonoid, antosianin, dan vitamin C yang kandungannya sangat dipengaruhi oleh teknik ekstraksi yang digunakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan teknik ekstraksi maserasi dan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) terhadap rendemen ekstrak, profil metabolit, kadar total fenol, serta aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah stroberi. Metode: Ekstraksi dilakukan pada teknik maserasi dan UAE menggunakan pelarut etanol 70%. Profil metabolit dianalisis secara kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kadar total fenol ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu, serta aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Hasil: Rendemen ekstrak teknik UAE lebih tinggi yaitu 61,41%, dibandingkan dengan teknik maserasi sebesar 54,86%. Identifikasi profil metabolit menunjukkan kedua ekstrak mengandung fenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid. Kadar total fenol ekstrak maserasi sebesar 289,70 ± 8,95 mgGAE/g ekstrak, lebih tinggi dibandingkan ekstrak UAE sebesar 231,88 ± 5,42 mgGAE/g ekstrak, dan perbedaannya signifikan secara statistik (t = 6,97; df = 2; P = 0,02; P < 0,05). Aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak maserasi sebesar 273,15 ± 6,57 ppm dan ekstrak UAE sebesar 271,11 ± 5,95 ppm. Kedua ekstrak tergolong memiliki aktivitas antioksidan lemah, dan perbedaannya tidak signifikan secara statistik (t = 0,39; df = 2; P = 0,74; P > 0,05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa teknik UAE menghasilkan rendemen lebih tinggi, sedangkan teknik maserasi menghasilkan kadar total fenol yang lebih tinggi. Namun, kedua teknik ekstraksi menunjukkan aktivitas antioksidan yang relatif setara.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66634
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV