| dc.contributor.author | Azakka, Al Ghazzy Fauza | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-01T08:28:56Z | |
| dc.date.available | 2026-09-01T08:28:56Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uii.ac.id/123456789/66606 | |
| dc.description.abstract | Latar belakang: Penggunaan vankomisin pada infeksi MRSA dihadapkan pada
masalah risiko nefrotoksisitas dan kegagalan terapi, sementara implementasi
pemodelan FK-FD populasi di Indonesia masih terbatas. Sebagai keberlanjutan dari
pengembangan direct response model terdahulu, studi ini bertujuan
mengintegrasikan model FK-FD populasi vankomisin dengan TDM berbasis sparse
sampling di RSA UGM guna mewujudkan strategi precision dosing yang spesifik
untuk populasi lokal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengembangkan pemodelan
FK-FD populasi vankomisin sebagai dasar optimalisasi TDM pasien MRSA,
menganalisis kemampuan model dalam mengidentifikasi faktor klinis yang
memengaruhi parameter FK-FD vankomisin, serta menilai kesesuaian regimen
dosis vankomisin.
Metode Penelitian: Penelitian observasional cross-sectional prospektif ini
mengembangkan pemodelan farmakokinetik-farmakodinamik (FK-FD) populasi
vankomisin pada 40 pasien dan evaluasi TDM pada 15 pasien infeksi MRSA ICU
RSA UGM. Kadar vankomisin dari sampel darah pasien diukur menggunakan
UHPLC-DAD. Pemodelan FK-FD dan analisis kovariat diolah menggunakan
Monolix, PKanalix, dan Simulx 2024R1 untuk mengestimasi parameter FK-FD
berdasarkan respons penurunan leukosit. Kebaikan model dievaluasi melalui
likelihood, plot observasi vs prediksi, dan RSE untuk merekomendasikan optimasi
dosis sesuai target terapeutik (10–20 μg/mL) dan AUC/MIC (400–600).
Hasil: Pemodelan FK-FD populasi vankomisin menghasilkan parameter Vd, E0,
EMaks sesuai dengan nilai rujukan dan evaluasi model yang memenuhi kriteria
penerimaan. Hasil pengembangan model kovariat tidak dapat mengidentifikasi
pengaruh kovariat pada parameter FK-FD vankomisin. Terdapat 2 responden belum
mendapat dosis yang tepat berdasarkan hasil TDM.
Kesimpulan: TDM berbasis pemodelan FK-FD populasi dapat digunakan untuk
mengevaluasi dan memberikan rekomendasi regimen dosis vankomisin
berdasarkan kadar trough dan AUC/MIC. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Vankomisin, MRSA, Farmakokinetik, Farmakodinamik, Therapeutic Drug Monitoring, evaluasi terapi | en_US |
| dc.title | Optimalisasi Therapeutic Drug Monitoring Vankomisin Berbasis Pemodelan Farmakokinetika-Farmakodinamika Populasi pada Pasien Infeksi MRSA di RSA UGM | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 22613208 | |