• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Optimalisasi Therapeutic Drug Monitoring Vankomisin Berbasis Pemodelan Farmakokinetika-Farmakodinamika Populasi pada Pasien Infeksi MRSA di RSA UGM

    Thumbnail
    View/Open
    22613208.pdf (3.996Mb)
    Date
    2026
    Author
    Azakka, Al Ghazzy Fauza
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Penggunaan vankomisin pada infeksi MRSA dihadapkan pada masalah risiko nefrotoksisitas dan kegagalan terapi, sementara implementasi pemodelan FK-FD populasi di Indonesia masih terbatas. Sebagai keberlanjutan dari pengembangan direct response model terdahulu, studi ini bertujuan mengintegrasikan model FK-FD populasi vankomisin dengan TDM berbasis sparse sampling di RSA UGM guna mewujudkan strategi precision dosing yang spesifik untuk populasi lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengembangkan pemodelan FK-FD populasi vankomisin sebagai dasar optimalisasi TDM pasien MRSA, menganalisis kemampuan model dalam mengidentifikasi faktor klinis yang memengaruhi parameter FK-FD vankomisin, serta menilai kesesuaian regimen dosis vankomisin. Metode Penelitian: Penelitian observasional cross-sectional prospektif ini mengembangkan pemodelan farmakokinetik-farmakodinamik (FK-FD) populasi vankomisin pada 40 pasien dan evaluasi TDM pada 15 pasien infeksi MRSA ICU RSA UGM. Kadar vankomisin dari sampel darah pasien diukur menggunakan UHPLC-DAD. Pemodelan FK-FD dan analisis kovariat diolah menggunakan Monolix, PKanalix, dan Simulx 2024R1 untuk mengestimasi parameter FK-FD berdasarkan respons penurunan leukosit. Kebaikan model dievaluasi melalui likelihood, plot observasi vs prediksi, dan RSE untuk merekomendasikan optimasi dosis sesuai target terapeutik (10–20 μg/mL) dan AUC/MIC (400–600). Hasil: Pemodelan FK-FD populasi vankomisin menghasilkan parameter Vd, E0, EMaks sesuai dengan nilai rujukan dan evaluasi model yang memenuhi kriteria penerimaan. Hasil pengembangan model kovariat tidak dapat mengidentifikasi pengaruh kovariat pada parameter FK-FD vankomisin. Terdapat 2 responden belum mendapat dosis yang tepat berdasarkan hasil TDM. Kesimpulan: TDM berbasis pemodelan FK-FD populasi dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memberikan rekomendasi regimen dosis vankomisin berdasarkan kadar trough dan AUC/MIC.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66606
    Collections
    • Pharmacy [2101]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV