• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengaruh Soil Nailing dan Pengaturan Muka Air Tanah terhadap Stabilitas Lereng Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas dan Metode Elemen Hingga

    Thumbnail
    View/Open
    21511229.pdf (13.16Mb)
    Date
    2026
    Author
    Arkan, Naufal
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kabupaten Banjarnegara merupakan wilayah dengan kondisi topografi didominasi perbukitan dan lereng terjal sehingga memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi. Berdasarkan data Baperlitbang Banjarnegara (2023), sekitar 37,04% wilayah Kabupaten Banjarnegara berada pada ketinggian 100–1000 mdpl dan termasuk jalur pegunungan di bagian tengah Provinsi Jawa Tengah sisi barat. Tingginya kejadian longsor dipengaruhi oleh kondisi morfologi berupa perbukitan dengan kemiringan landai hingga terjal, litologi yang memiliki daya resap air tinggi, serta curah hujan tinggi yang mempercepat proses pelapukan tanah. Penelitian ini membahas fenomena longsor yang terjadi pada ruas jalan Gripit– Kalibening, Dusun Bendawuluh, Desa Beji, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Pergerakan tanah pada lokasi tersebut menyebabkan badan jalan mengalami penurunan hingga ±1 meter. Kondisi lereng tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan cukup parah dan terdapat mata air yang mengalir terus-menerus tanpa sistem drainase yang memadai sehingga meningkatkan gaya geser pada lereng. Hingga saat ini, penanganan longsor pada lokasi tersebut belum dilakukan secara optimal sehingga pergerakan tanah masih terus terjadi. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap metode perkuatan lereng yang tepat guna meningkatkan stabilitas lereng dan meminimalkan risiko longsor pada lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis stabilitas lereng eksisting pada ruas jalan Gripit–Kalibening menggunakan aplikasi PLAXIS 2D dan GeoStudio (SLOPE/W). Analisis dilakukan untuk mengetahui kondisi tanah serta kestabilan lereng berdasarkan nilai faktor keamanan (safety factor/SF) serta perilaku deformasi tanah pada lereng eksisting. Upaya penanganan longsor yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi perkuatan soil nailing dan penggunaan drainase bawah permukaan. Desain perkuatan soil nailing mengacu pada standar SNI 8460:2017. Hasil analisis dari kedua metode tersebut kemudian dibandingkan untuk mengetahui metode penanganan yang paling efektif dalam meningkatkan nilai SF lereng pada lokasi penelitian. Hasil analisis perkuatan lereng pada ruas jalan Gripit – Kalibening, Dusun Bendawuluh, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, menunjukkan bahwa pergerakan tanah terjadi akibat kondisi lereng jenuh air dan batuan yang telah mengalami pelapukan. Berdasarkan parameter tanah dan klasifikasi USCS, lapisan tanah pada lokasi penelitian termasuk jenis CH. Hasil penyelidikan geolistrik menunjukkan adanya kondisi tanah jenuh air di bawah permukaan lereng serta lapisan batuan breksi keras yang berpotensi menjadi bidang gelincir. Analisis stabilitas lereng eksisting dilakukan menggunakan PLAXIS 2D dan GeoStudio (SLOPE/W) dengan hasil nilai safety factor (SF) masing-masing sebesar 1,046 dan 1,029, sehingga belum memenuhi kriteria keamanan lereng (SF > 1,5). Oleh karena itu, dilakukan analisis penanganan menggunakan metode perkuatan soil nailing dan rekayasa muka air tanah. Desain soil nailing mengacu pada SNI 8460:2017 dengan panjang nail 6 m pada lereng atas dan 12 m pada lereng bawah, sudut pemasangan 20°, serta diameter bor 150 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkuatan soil nailing menghasilkan nilai SF sebesar 1,578 sehingga memenuhi kriteria keamanan lereng, namun penerapannya dinilai kurang efektif karena panjang nail yang dibutuhkan melebihi 1,2H. Sementara itu, analisis rekayasa muka air tanah menggunakan PLAXIS 2D menunjukkan bahwa penurunan muka air tanah sebesar 7 meter meningkatkan nilai SF menjadi 1,47, meskipun belum memenuhi syarat keamanan. Berdasarkan hasil penelitian, metode soil nailing memberikan peningkatan stabilitas lereng yang lebih baik dibandingkan rekayasa muka air tanah.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66604
    Collections
    • Civil Engineering [4889]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV