Show simple item record

dc.contributor.authorAndriyani, Agustin
dc.date.accessioned2026-09-01T07:08:30Z
dc.date.available2026-09-01T07:08:30Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66585
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap anak pelaku pembunuhan berencana berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Fokus penelitian diarahkan pada upaya hakim dalam menyeimbangkan perlindungan anak dengan keadilan bagi korban melalui empat putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative dengan dukungan wawancara sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim tidak hanya mempertimbangkan aspek yuridis, tetapi juga kondisi psikologis, sosial, serta Laporan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) dari Bapas. Penjatuhan sanksi mencerminkan pendekatan keadilan restorative dengan menempatkan pidana penjara sebagai ultimum remedium. Terhadap anak di bawah 14 tahun diterapkan sanksi Tindakan melalui LPKS, sedangkan pidana di LPKA dijadikan pilihan terakhir bagi anak yang lebih tua. Dengan demikian, hakim menggunakan diskresi yudisial untuk menjaga kepentingan terbaik bagi anak tanpa mengesampingkan rasa keadilan bagi korban.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPertimbangan Hakim, Pembunuhan Berencana, Anak Pelaku, UU SPPA, Keadilan Restoratifen_US
dc.titlePertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Pidana Anak sebagai Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencanaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22410350


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record