Perbandingan SVM, regresi logistik, dan IndoBERT dalam klasifikasi potensi depresi berdasarkan komentar media sosial (Studi Kasus: Komentar pada media sosial TikTok)
Abstract
Kesehatan mental khususnya depresi semakin meningkat pada remaja dan
dewasa muda seiring tingginya penggunaan media sosial sebagai sarana
mengekspresikan emosi dan kondisi psikologis. Komentar pada media sosial
berpotensi menjadi sumber data untuk mendeteksi indikasi awal depresi, namun
identifikasi manual kurang efektif karena jumlah data yang besar dan bersifat
subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pengolahan
komentar TikTok dalam klasifikasi potensi depresi, membandingkan kinerja model
klasifikasi, serta mengidentifikasi faktor linguistik yang memengaruhi prediksi
model. Data penelitian diperoleh melalui scraping komentar TikTok menggunakan
kata kunci “depresi”. Setelah preprocessing, jumlah data yang digunakan sebanyak
2709 komentar yang dilabeli menjadi kategori Normal dan Potensi Depresi
menggunakan metode lexicon-based scoring. Penelitian ini menggunakan metode
pembobotan kata dan fitur linguistik tambahan pada model Regresi Logistik dan
Support Vector Machine, serta IndoBERT sebagai model berbasis transformer..
Hasil penelitian menunjukkan bahwa IndoBERT memiliki performa terbaik dengan
accuracy 95%, precision 96%, recall 91%, dan F1-score 94%, lebih tinggi
dibandingkan SVM dan Regresi Logistik. Interpretasi menggunakan SHAP
menunjukkan bahwa kata dan token yang berkaitan dengan emosiaonal negatif
seperti “capek”, “salah”, “sendiri”, “gila’,”lelah”, dan “sakit” memiliki pengaruh
yang besar terhadap prediksi Potensi Depresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pendekatan berbasis Natural Language Processing mampu memberikan klasifikasi
yang baik dan interpretasi model yang lebih transparan pada analisis potensi depresi
berbasis teks media sosial.
Collections
- Statistics [1327]
