Show simple item record

dc.contributor.authorAdha, Lubna Mutiara
dc.date.accessioned2026-08-27T06:03:11Z
dc.date.available2026-08-27T06:03:11Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66387
dc.description.abstractPermasalahan sampah di Kabupaten Bantul terus meningkat sehingga diperlukan pengolahan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu teknologi pengolahan sampah yang diterapkan yaitu Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif hasil pengolahan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan klorin (Cl) dan logam berat timbal (Pb), besi (Fe), seng (Zn), kadmium (Cd), dan kromium (Cr) pada RDF dan bottom ash hasil pembakaran di TPST Modalan Bantul. Pengujian logam berat dilakukan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), sedangkan pengujian klorin menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada bottom ash cenderung lebih tinggi dibandingkan RDF. Kandungan Pb sebesar 3,98 mg/L, Cd sebesar 0,303 mg/L, dan Cr sebesar 8,41 mg/L pada bottom ash melebihi baku mutu yang digunakan, sedangkan seluruh parameter pada RDF masih memenuhi baku mutu. Tingginya kandungan logam berat pada bottom ash dipengaruhi oleh komposisi sampah yang masuk ke insinerator seperti logam, kaca, residu, sampah elektronik, dan limbah lainnya sehingga logam berat cenderung terakumulasi pada residu abu hasil pembakaran.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBottom Ash, Klorin, Logam Berat, RDF, TPST Modalan Bantulen_US
dc.titleAnalisis kandungan klorin dan logam berat pada Refuse Derived Fuel (RDF) dan abu insinerator di TPST Modalan, Bantul, D.I. Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22513148


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record