Analisis kandungan klorin dan logam berat pada Refuse Derived Fuel (RDF) dan abu insinerator di TPST Modalan, Bantul, D.I. Yogyakarta
Abstract
Permasalahan sampah di Kabupaten Bantul terus meningkat sehingga
diperlukan pengolahan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu
teknologi pengolahan sampah yang diterapkan yaitu Refuse Derived Fuel
(RDF) sebagai bahan bakar alternatif hasil pengolahan sampah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan klorin (Cl) dan logam berat timbal
(Pb), besi (Fe), seng (Zn), kadmium (Cd), dan kromium (Cr) pada RDF dan
bottom ash hasil pembakaran di TPST Modalan Bantul. Pengujian logam berat
dilakukan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry
(AAS), sedangkan pengujian klorin menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada bottom ash
cenderung lebih tinggi dibandingkan RDF. Kandungan Pb sebesar 3,98 mg/L,
Cd sebesar 0,303 mg/L, dan Cr sebesar 8,41 mg/L pada bottom ash melebihi
baku mutu yang digunakan, sedangkan seluruh parameter pada RDF masih
memenuhi baku mutu. Tingginya kandungan logam berat pada bottom ash
dipengaruhi oleh komposisi sampah yang masuk ke insinerator seperti logam,
kaca, residu, sampah elektronik, dan limbah lainnya sehingga logam berat
cenderung terakumulasi pada residu abu hasil pembakaran.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
