Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Nabila Jelita
dc.date.accessioned2026-08-27T03:50:42Z
dc.date.available2026-08-27T03:50:42Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66381
dc.description.abstractLatar belakang: Infeksi bakteri dan peningkatan resistensi antibiotik mendorong pengembangan antibakteri alternatif berbasis bahan alam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi hidrogel nanopartikel perak (AgNP) kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica) dan kelakai (Stenochlaena palustris) sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli. Metode: Ekstrak diperoleh melalui ultrasound-assisted extraction (UAE) menggunakan etanol 96% hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya, dilakukan uji fitokimia pada ekstrak kental, kemudian diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi sumuran untuk menentukan rasio terbaik. Rasio ekstrak dengan zona hambat terbesar digunakan dalam sintesis AgNP secara green synthesis menggunakan AgNO3 1 mM. AgNP dikarakterisasi menggunakan UV-Vis dan PSA, kemudian diformulasikan dalam hidrogel karbopol 940 dengan variasi konsentrasi AgNP 1%, 1,5%, dan 2%. Evaluasi meliputi organoleptis, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, stabilitas, dan aktivitas antibakteri. Data dianalisis menggunakan Shapiro-Wilk, Levene test, One-Way ANOVA, dan Tukey HSD. Hasil: Rendemen ekstrak pegagan dan kelakai masing-masing sebesar 11,24% dan 7,75%. Uji fitokimia menunjukkan ekstrak pegagan positif mengandung triterpenoid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin, sedangkan ekstrak kelakai positif mengandung flavonoid, fenol, tanin, dan terpenoid/saponin. Rasio pegagan:kelakai (40:60) menghasilkan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap Escherichia coli dengan zona hambat 4,17 ± 3,06 mm. Sintesis AgNP menghasilkan puncak UV-Vis pada 407,5 nm, ukuran partikel 146,7 ± 1,3 nm, PDI 0,315 ± 0,029, dan zeta potensial -33,267 ± 1,124 mV. AgNP berhasil diformulasikan dalam hidrogel, dan seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik. Formula F3 (AgNP 2%) menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik dengan zona hambat 2,40 ± 0,26 mm. Kesimpulan: Formula 3 dengan konsentrasi AgNP 2% menghasilkan karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri terbaik dengan zona hambat 2,40 ± 0,26 mm.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNanopartikel perak, Centella asiatica, Stenochlaena palustris, hidrogel, antibakterien_US
dc.titlePengembangan sediaan hidrogel nanopartikel perak kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica) dan ekstrak kelakai (Stenochlena palustris) sebagai antibakterien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613183


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record