Pengembangan sediaan hidrogel nanopartikel perak kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica) dan ekstrak kelakai (Stenochlena palustris) sebagai antibakteri
Abstract
Latar belakang: Infeksi bakteri dan peningkatan resistensi antibiotik mendorong
pengembangan antibakteri alternatif berbasis bahan alam.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi hidrogel
nanopartikel perak (AgNP) kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica) dan
kelakai (Stenochlaena palustris) sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli.
Metode: Ekstrak diperoleh melalui ultrasound-assisted extraction (UAE)
menggunakan etanol 96% hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya, dilakukan
uji fitokimia pada ekstrak kental, kemudian diuji aktivitas antibakterinya dengan
metode difusi sumuran untuk menentukan rasio terbaik. Rasio ekstrak dengan zona
hambat terbesar digunakan dalam sintesis AgNP secara green synthesis
menggunakan AgNO3 1 mM. AgNP dikarakterisasi menggunakan UV-Vis dan
PSA, kemudian diformulasikan dalam hidrogel karbopol 940 dengan variasi
konsentrasi AgNP 1%, 1,5%, dan 2%. Evaluasi meliputi organoleptis, daya sebar,
daya lekat, pH, viskositas, stabilitas, dan aktivitas antibakteri. Data dianalisis
menggunakan Shapiro-Wilk, Levene test, One-Way ANOVA, dan Tukey HSD.
Hasil: Rendemen ekstrak pegagan dan kelakai masing-masing
sebesar 11,24% dan 7,75%. Uji fitokimia menunjukkan ekstrak pegagan positif
mengandung triterpenoid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin, sedangkan ekstrak
kelakai positif mengandung flavonoid, fenol, tanin, dan terpenoid/saponin. Rasio
pegagan:kelakai (40:60) menghasilkan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap
Escherichia coli dengan zona hambat 4,17 ± 3,06 mm. Sintesis AgNP menghasilkan
puncak UV-Vis pada 407,5 nm, ukuran partikel 146,7 ± 1,3 nm, PDI 0,315 ± 0,029,
dan zeta potensial -33,267 ± 1,124 mV. AgNP berhasil diformulasikan dalam
hidrogel, dan seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik. Formula F3
(AgNP 2%) menunjukkan aktivitas antibakteri terbaik dengan zona hambat 2,40 ±
0,26 mm.
Kesimpulan: Formula 3 dengan konsentrasi AgNP 2% menghasilkan karakteristik
fisik dan aktivitas antibakteri terbaik dengan zona hambat 2,40 ± 0,26 mm.
Collections
- Pharmacy [2101]
