| dc.description.abstract | Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan
global yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya gangguan
mineral tulang (GMT). Pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis, gangguan
ini berkaitan dengan ketidakseimbangan kalsium dan fosfat sehingga memerlukan
terapi yang tepat, termasuk penggunaan pengikat fosfat seperti kalsium karbonat
(CaCO3).
Tujuan: Mengetahui profil karakteristik pasien PGK yang menjalani hemodialisis
serta gambaran penggunaan CaCO3 sebagai terapi terkait gangguan mineral tulang
di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan
desain cross-sectional menggunakan data retrospektif yang diperoleh dari rekam
medis pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta periode 2024–2025. Sampel penelitian sebanyak 230 pasien yang
memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam
bentuk distribusi frekuensi serta persentase.
Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (53,91%), berusia >50 tahun
(64,78%), berpendidikan menengah (59,13%), bekerja pada sektor nonformal
(47,83%), menjalani hemodialisis <5 tahun (75,65%), dan memiliki komorbid
hipertensi (99,57%). Sebanyak 97 pasien (42,17%) menerima terapi CaCO3,
sedangkan 133 pasien (57,83%) tidak menerima terapi tersebut. Seluruh
penggunaan CaCO3 diberikan dalam dosis 500 mg tiga kali sehari.
Kesimpulan: CaCO3 merupakan satu-satunya terapi GMT yang ditemukan pada
pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta,
penggunaannya diberikan pada 42,17% pasien dengan dosis 500 mg. | en_US |