Aplikasi metode PCA dan K-Medoids dalam analisis pengeluaran usaha industri mikro dan kecil (Studi Kasus: Industri Mikro dan Kecil (IMK) sektor makanan di Provinsi DIY tahun 2023)
Abstract
Industri mikro dan kecil di sektor makanan memiliki struktur pengeluaran
usaha yang kompleks akibat berbagai komponen biaya yang saling terkait di
dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen pengeluaran
utama, menganalisis struktur pengeluaran usaha, serta mengelompokkan usaha
mikro dan kecil di sektor pangan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
berdasarkan kesamaan dalam struktur pengeluaran mereka. Metode yang
digunakan meliputi Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis)
untuk mengurangi dimensi data, dan metode K-Medoids untuk mengelompokkan
unit usaha. Dari 15 variabel pengeluaran awal, 11 variabel dinyatakan layak
dianalisis lebih lanjut berdasarkan uji KMO dan Bartlett's Test of Sphericity. Hasil
analisis menunjukkan bahwa struktur pengeluaran usaha dapat diwakili oleh tiga
komponen utama, yang secara kumulatif menjelaskan 47,8% varians data total.
Komponen utama pertama memberikan kontribusi terbesar sebesar 18,3% dan
mewakili biaya fasilitas fisik dan operasional pokok. Komponen utama lainnya
menggambarkan biaya administrasi, perawatan, dan kewajiban rutin, serta biaya
utilitas penunjang, pengemasan, dan legalitas. Hasil pengelompokan menunjukkan
bahwa sektor makanan mikro dan kecil dapat dibagi menjadi dua kelompok, dengan
koefisien silhouette optimal sebesar 0,458. Kelompok pertama terdiri dari 387 unit
usaha (77,09%) dengan tingkat pengeluaran yang cenderung relatif lebih rendah
dan homogen. Kelompok kedua terdiri dari 115 unit usaha (22,91%) dengan tingkat
pengeluaran yang cenderung lebih tinggi dan karakteristik yang beragam.
Collections
- Statistics [1327]
