Show simple item record

dc.contributor.authorAl Faruqi, Muhammad Taqiyuddin
dc.date.accessioned2026-08-24T04:00:34Z
dc.date.available2026-08-24T04:00:34Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66316
dc.description.abstractLatar belakang: Stroke iskemik (SI) merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas di seluruh dunia. Meskipun terapi berbasis bukti terus berkembang, keberhasilan penatalaksanaan SI masih dipengaruhi oleh karakteristik pasien dan variasi penggunaan terapi obat yang dapat memengaruhi luaran terapi. Namun, data mengenai karakteristik pasien, profil terapi obat, dan luaran terapi pasien SI di RS PKU Muhammadiyah Gamping periode 2024–2025 masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran karakteristik pasien, profil terapi obat, dan luaran terapi sebagai dasar upaya peningkatan kualitas pengobatan SI di masa mendatang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien, profil terapi obat, dan luaran terapi pasien SI yang dirawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping selama periode Januari 2024 hingga Desember 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional cross-sectional, dengan pendekatan pengumpulan data melalui catatan rekam medis pasien. Analisis data akan dilakukan menggunakan RStudio untuk mengidentifikasi setiap variabel penelitian. Hasil: Dari 300 pasien, sebagian besar adalah laki-laki (61,0%) dan berusia 55–64 tahun (32,7%). Hipertensi merupakan komorbiditas yang paling umum (47,3%). Obat antiplatelet merupakan obat yang paling sering diresepkan (87,33%), terutama clopidogrel (70,0%), diikuti oleh penghambat kanal kalsium (47,0%), statin (46,67%), dan penghambat reseptor angiotensin (34,0%). Tidak ada pasien yang menerima terapi trombolitik intravena. Lama rawat inap rata-rata adalah 6,12 ± 3,27 hari dengan median 5 hari. Sebagian besar pasien membaik atau sembuh (85,67%), sedangkan 13,67% meninggal dunia dan 0,67% dirujuk ke rumah sakit lain. Kesimpulan: Pasien SI yang dirawat di rumah sakit didominasi oleh laki-laki, berusia 55–64 tahun, dengan hipertensi sebagai komorbiditas yang paling umum. Clopidogrel merupakan agen antiplatelet yang paling sering diresepkan, dan tidak ada terapi trombolitik intravena yang diberikan. Sebagian besar pasien membaik atau sembuh pada saat keluar dari rumah sakit, dengan angka kematian yang masih berada dalam kisaran yang dilaporkan oleh penelitian-penelitian sebelumnya di RS lain di Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStroke Iskemik, Karakteristik Pasien, Profil Terapi Obat, Luaran Terapien_US
dc.titleStudy on patient characteristics and medication therapy of patients hospitalized from ischemic stroke: A single-center studyen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613134


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record