Study on patient characteristics and medication therapy of patients hospitalized from ischemic stroke: A single-center study
Abstract
Latar belakang: Stroke iskemik (SI) merupakan jenis stroke yang paling sering
terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas di
seluruh dunia. Meskipun terapi berbasis bukti terus berkembang, keberhasilan
penatalaksanaan SI masih dipengaruhi oleh karakteristik pasien dan variasi
penggunaan terapi obat yang dapat memengaruhi luaran terapi. Namun, data
mengenai karakteristik pasien, profil terapi obat, dan luaran terapi pasien SI di RS
PKU Muhammadiyah Gamping periode 2024–2025 masih terbatas. Oleh karena
itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran karakteristik pasien,
profil terapi obat, dan luaran terapi sebagai dasar upaya peningkatan kualitas
pengobatan SI di masa mendatang.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien, profil
terapi obat, dan luaran terapi pasien SI yang dirawat inap di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Gamping selama periode Januari 2024 hingga Desember 2025.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional cross-sectional, dengan
pendekatan pengumpulan data melalui catatan rekam medis pasien. Analisis data
akan dilakukan menggunakan RStudio untuk mengidentifikasi setiap variabel
penelitian.
Hasil: Dari 300 pasien, sebagian besar adalah laki-laki (61,0%) dan berusia 55–64
tahun (32,7%). Hipertensi merupakan komorbiditas yang paling umum (47,3%).
Obat antiplatelet merupakan obat yang paling sering diresepkan (87,33%), terutama
clopidogrel (70,0%), diikuti oleh penghambat kanal kalsium (47,0%), statin
(46,67%), dan penghambat reseptor angiotensin (34,0%). Tidak ada pasien yang
menerima terapi trombolitik intravena. Lama rawat inap rata-rata adalah 6,12 ± 3,27
hari dengan median 5 hari. Sebagian besar pasien membaik atau sembuh (85,67%),
sedangkan 13,67% meninggal dunia dan 0,67% dirujuk ke rumah sakit lain.
Kesimpulan: Pasien SI yang dirawat di rumah sakit didominasi oleh laki-laki,
berusia 55–64 tahun, dengan hipertensi sebagai komorbiditas yang paling umum.
Clopidogrel merupakan agen antiplatelet yang paling sering diresepkan, dan tidak
ada terapi trombolitik intravena yang diberikan. Sebagian besar pasien membaik
atau sembuh pada saat keluar dari rumah sakit, dengan angka kematian yang masih
berada dalam kisaran yang dilaporkan oleh penelitian-penelitian sebelumnya di RS
lain di Indonesia.
Collections
- Pharmacy [2101]
