Persepsi Apoteker terhadap Pemanfaatan Platform TikTok sebagai Media Edukasi Penggunaan Obat di Kota Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: TikTok sebagai salah satu media sosial yang banyak digunakan
masyarakat untuk mengakses informasi secara cepat, menjadi peluang strategis bagi
apoteker untuk menyampaikan informasi penggunaan obat yang benar. Oleh karena itu,
penting untuk mengetahui persepsi apoteker terhadap pemanfaatan platform TikTok
sebagai media edukasi penggunaan obat di Kota Yogyakarta.
Tujuan: Mengetahui persepsi, kondisi faktual apoteker, serta menganalisis hubungan
sosiodemografi dengan persepsi apoteker terhadap efektivitas TikTok sebagai media
edukasi penggunaan obat di Kota Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain
cross-sectional. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan
jumlah sampel 105 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner google form
dan dianalisis secara analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman’s rho.
Hasil: Mayoritas apoteker memiliki akun TikTok pribadi dan memanfaatkan TikTok
untuk hiburan (75,2%) serta edukasi (74,3%), namun (39%) tidak pernah menggunakan
fitur TikTok live untuk edukasi. Persepsi apoteker terhadap efektivitas TikTok sebagai
media edukasi menunjukkan responden memiliki persepsi positif. Hasil analisis
menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sosiodemografi
dengan persepsi apoteker terhadap efektivitas TikTok sebagai media edukasi kesehatan.
Kesimpulan: Sebagian besar apoteker telah memanfaatkan TikTok dalam kehidupan
sehari-hari dan apoteker juga memiliki persepsi positif terhadap efektivitas TikTok
sebagai media edukasi kesehatan. Tidak terdapat korelasi antara sosiodemografi dengan
persepsi apoteker terhadap efektivitas TikTok sebagai media edukasi kesehatan
(p>0,05).
Collections
- Pharmacy [2101]
