Show simple item record

dc.contributor.authorGunawan, Muhamad Catur
dc.date.accessioned2026-08-21T05:59:03Z
dc.date.available2026-08-21T05:59:03Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66246
dc.description.abstractPermintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukan peningkatan positif sebesar 7,83% dengan total outstanding Rp793,43 triliun. Sejalan dengan kondisi tersebut, Bank Syariah Nasional KC Yogyakarta menawarkan pembiayaan KPR sebagai produk pembiayaan utama. Namun, peningkatan permintaan ini berpotensi memicu risiko terjadinya Non-Performing Financing (NPF), sehingga diperlukan penerapan manajemen risiko yang efektif untuk meminimalisir dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya NPF pada produk KPR Bank Syariah Nasional KC Yogyakarta dan penerapan risiko pembiayaan pada produk KPR Bank Syariah Nasional KC Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode wawancara mendalam dengan narasumber berasal dari pihak bank Syariah Nasional KC Yogyakarta. Hasil studi menunjukan bahwasannya terdapat 5 faktor yang menyebabkan kenaikan NPF pada produk KPR Bank Syariah Nasional KC Yogyakarta, yaitu: adanya pinjaman online ilegal, faktor keluarga, faktor nasabah mengalami sakit berat, terjadinya PHK masal, dan dampak pemulihan ekonomi pasca covid-19. Penerapan manajemen risiko pembiayaan yang dilakukan oleh Bank Syariah Nasional KC Yogyakarta pada produk KPR yakni menggunakan sistem rating atau Debt Service Ratio, dan menggunakan Prinsip analisis 3C (Character, Capacity, Collateral).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectmanajemen risiko, pembiayaan KPR, Non-Performing Financing, 3Cen_US
dc.titlePenerapan Manajemen Risiko sebagai Upaya Meminimalisir Non-Performing Financing pada Produk KPR di Bank BSN KC Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22216099


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record