• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilukada dalam Proses Demokratisasi di Provinsi Papua Barat (Studi Analisis terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi No. 84/PHPU.D-IX/2011)

    Thumbnail
    View/Open
    06410362.pdf (1.451Mb)
    06410362 Bab 1.pdf (294.0Kb)
    06410362 Daftar Pustaka.pdf (227.9Kb)
    Date
    2013
    Author
    Yanto, Catur Ari
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 84/PHPU.D-IX/2011 Tentang penyelesaian perkara perselisihan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Propensi Papua Barat Tahun 2011. Rumusan masalah yang diajukan yaitu. Mengapa pasangan Drs.Dominggus Mandacan dan Origenes Nauw, S.Pd serta pasangan George Celcius Auparay, S.H., M.M., M.H dan Hasan Ombaier, S.E. mengajukan sengketa hasil Pemilukada di Mahkamah Konstitusi?; Mengapa Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian dan menolak sebagian Permohonan Pemohon?; Penelitian ini termasuk tipologi penelitian hukum normatif yang mengkonsepsikan hukum law in doctrine meliputi nilai-nilai, norma-norma, hukum positif ataupun putusan pengadilan. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara studi pustaka, dengan mengkaji dari putusan Mahkamah Konstitusi khususnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 84/PHPU.D-IX/2011. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa sebagian besar perselisihan pemilukada timbul karena adanya kesalahan pada rekapitulasi penghitungan suara dan sesuai Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2003 Pasal 4, bahwa ranah penyelesaian perselisihan rekapitulasi penghitungan suara adalah pada Mahkamah Konstitusi, namun penyelesaian tanpa tidakkan lanjut pencegahan hasil nya akan sama saja bahkan akan menambah masalah baru contoh nya terjadinya penumpukan sengketa pemilukada pada Mahkamah Konstitusi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penyempurnaan dan pembaharuan aturan-aturan hukum yang mengatur tentang pelaksanaan pemilukada dan penyeleaian sengketa pemilukada, sehingga pelaksanaan pemilukada dapat dilaksanakan secara demokratis, tanpa masalah dan penyelesaian perselisihan pemilukada dapat diselesaikan dengan cepat.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66170
    Collections
    • Law [3916]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV